Siang tadi seorang teman lama mengirimkan pesan pendek ke telepon genggamku, katanya, "bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan?"
Jadi aku menjawabnya, "tergantung apa yang kau tanyakan."
Ia memberikan empat pertanyaan kepadaku. dua pertanyaan pertama bersifat pribadi, tetapi dua pertanyaan berikutnya agak membuatku bertanya-tanya, ada apa gerangan ia menanyakan hal seperti itu. Namun aku menjawabnya juga.
Pertanyaannya sebagai berikut:
1. Apakah kamu merasa imanmu sudah kuat? Bagaimana jika, saat kamu merasa imanmu kuat, dan engkau setia kepada Tuhan, tiba-tiba engkau mendapat bencana dan cacat? Saat engkau cacat, apakah engkau akan tetap percaya kepada Tuhan?
2. Menurutmum adakah doa yang tidak dijawab? Bagaimana caramu menanggapinya jika seolah-olah Tuhan tidak mendengar doamu?
Pertanyaan yang sangat menarik bukan? Semenjak aku lepas diri dari sekolah Advent, belum ada lagi yang melontarkan pertanyaan seperti itu padaku.
Jawabnya adalah
1. aku tidak merasa imanku sudah kuat.. merasa dekat dengan Tuhan memang adalah suatu kebahagiaan dimana kita mendapatkan kedamaian, tetapi saat aku merasa imanku sudah kuat, justru disitulah saat dimana aku paling mudah jatuh.
Aku katakan padanya bahwa pertanyaan seperti ini tidak dapat dijawab begitu saja, namun, bila kamu tetap memaksa meminta jawabanku, aku akan menjawab. Aku juga punya cacat. Walaupun ini cacat yang kecil dan tak kelihatan, ini bukan cacat yang sepele, yang memang orang lain tidak tahu. Tetapi nyatanya sampai sekarang aku masih memuji Tuhan, masih berusaha melayani Tuhan melalui perbuatanku.
Aku sungguh tidak tahu bagaimana bila aku punya cacat yang besar, yang dilihat orang. Namun aku berpikir, bagaimana nantinya tergantung dengan siapa kamu menghadapinya. Bukankah lebih indah menghadapi masalah dengan orang yang menguatkanmu?
2. Untuk jawaban yang kedua, tentu saja, sesuai dengan apa yang aku yakini, tidak ada doa yang tidak dijawab. Tuhan bisa saja mengatakan 'ya', 'tunggu', ataupun 'tidak', tetapi tidak ada doa yang tidak dijawabnya. Tuhan tidak mungkin tidak mendengar apa yang kita katakan kepadaNya. Sebab seperti yang dikatakan dalam Yesaya 59 : 1, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;" merupakan suatu hal yang tidak mungkin Ia tidak mendengar. Bahkan isi hatiku saja Ia mengetahuinya.
Tetapi apabila kita merasa seolah-olah Tuhan tidak mendengar, coba tanyakan dirimu, "apakah kita juga sudah mendengarkan suara Tuhan?".. jangan hanya meminta, meminta, merengek, tetapi tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita. Bayangkan apabila aku berbicara denganmu, tetapi tak pernah memberikan kesempatan bagimu untuk menyatakan pendapatmu, apa yang akan kamu rasakan? Engkau akan pergi dan tidak mau berbicara denganku lagi bukan?
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2)
Lihat dan sadari dulu, betapa egoisnya hati kita terhadap Tuhan, hanya meminta tetapi tidak pernah mendengarkan apa yang Ia katakan. padahal petunjuk nya adalah jalan terbaik bagi kita.
Secara tidak langsung pertanyaan ini mengingatkan saya kembali, untuk lebih mendengarkan suara Tuhan, ketimbang meminta terus-menerus.
May GOD bless us^^
Selasa, 24 Maret 2009
Kamis, 12 Maret 2009
New life, new experience in AToMA
beberapa waktu yang lalu terpilih jadi bph alias Badan Pengurus Harian AToMA (Advance Technology of Medical Atma Jaya)

Cieee.. semangat2 nih ceritanya... akhirnya diberi tugas sebagai sekre.. (sebenernya milih sih..)
Setelah beberapa waktu di AToMA,, ada fakta2 tertentu yang gak bisa dijelaskan dengan kata2.. hahahaha
ternyata orang yang kelihatan aneh, ternyata gak seaneh orang yang keliatan normal.. percaya gak percaya...
well, tapi intinya bukan itu yang mo dibicarakan..
masuk AToMA tuh ternyata ngga semudah yang saya pikirkan sebelumnya. Banyak pengetahuan yang belum saya ketahui. Awalnya saat mengikuti beberapa rapat sampe malem2,, agak 'swt' juga yah,, secara di ocehin gitu sampe malem2.. tapi setelah beberapa waktu diceramahin baru lah otak ini terbuka..
tang tadinya ngga kepikiran jadi kepikiran. Ternyata itu membuat saya lebih mengerti. Dan pengertian dapat menambahkan ide2 cemerlang kita.
Orang-orang di AToMA setelah beberapa waktu bersama,, adalah orang2 yang berdedikasi, walaupun dari luarnya terlihat konyol. - semoga suatu saat saya juga bisa seperti itu.. ^^
Fakta berikutnya....
Ternyata pengorganisasian di AToMA itu, masih lebih bagus dari beberapa UPMM lain..
Gak tau yah kalo atma search. Tapi secara saya juga adalah sekre MNC,-yah, mungkin dapat dimaklumkan kalo MNC itu masih UPMM trial.- saya merasakan sendiri bahwa di AToMA, Advisory Committee dan FOSIL sangat membantu dan membimbing dalam melaksanakan tugas2. Saya belajar bikin proposal dari apprentice AToMA, saya belajar bikin surat senat juga dari AToMA.. Secara di MNC gak diajarin yah, coba kalo sebelumnya saya bukan sekre AToMA, pasti saya akan bingung waktu disuruh bikin ini dan itu di MNC.
Fakta berikutnya...
AToMA bukan cuma ngajarin organisasi, tapi juga moral. Kita diajarin untuk punya tanggung jawab moral.
Walopun saya belom gitu ngerti tentang ilmu management, yakin suatu saat pasti bisa.. Kan ada salahnya belajar, secara itu menambah pengetahuan kita.
Gue bikin blog juga awalnya dari AToMA kan -walopun masih jelek.. Hihihi^^
Cieee.. semangat2 nih ceritanya... akhirnya diberi tugas sebagai sekre.. (sebenernya milih sih..)
Setelah beberapa waktu di AToMA,, ada fakta2 tertentu yang gak bisa dijelaskan dengan kata2.. hahahaha
ternyata orang yang kelihatan aneh, ternyata gak seaneh orang yang keliatan normal.. percaya gak percaya...
well, tapi intinya bukan itu yang mo dibicarakan..
masuk AToMA tuh ternyata ngga semudah yang saya pikirkan sebelumnya. Banyak pengetahuan yang belum saya ketahui. Awalnya saat mengikuti beberapa rapat sampe malem2,, agak 'swt' juga yah,, secara di ocehin gitu sampe malem2.. tapi setelah beberapa waktu diceramahin baru lah otak ini terbuka..
tang tadinya ngga kepikiran jadi kepikiran. Ternyata itu membuat saya lebih mengerti. Dan pengertian dapat menambahkan ide2 cemerlang kita.
Orang-orang di AToMA setelah beberapa waktu bersama,, adalah orang2 yang berdedikasi, walaupun dari luarnya terlihat konyol. - semoga suatu saat saya juga bisa seperti itu.. ^^
Fakta berikutnya....
Ternyata pengorganisasian di AToMA itu, masih lebih bagus dari beberapa UPMM lain..
Gak tau yah kalo atma search. Tapi secara saya juga adalah sekre MNC,-yah, mungkin dapat dimaklumkan kalo MNC itu masih UPMM trial.- saya merasakan sendiri bahwa di AToMA, Advisory Committee dan FOSIL sangat membantu dan membimbing dalam melaksanakan tugas2. Saya belajar bikin proposal dari apprentice AToMA, saya belajar bikin surat senat juga dari AToMA.. Secara di MNC gak diajarin yah, coba kalo sebelumnya saya bukan sekre AToMA, pasti saya akan bingung waktu disuruh bikin ini dan itu di MNC.
Fakta berikutnya...
AToMA bukan cuma ngajarin organisasi, tapi juga moral. Kita diajarin untuk punya tanggung jawab moral.
Walopun saya belom gitu ngerti tentang ilmu management, yakin suatu saat pasti bisa.. Kan ada salahnya belajar, secara itu menambah pengetahuan kita.
Gue bikin blog juga awalnya dari AToMA kan -walopun masih jelek.. Hihihi^^
Label:
AToMA
Sabtu, 14 Februari 2009
Hipervitaminosis vitamin A
Tugas kelompok Vitamin A
Vitamin A merupakan senyawa yang essensial bagi kehidupan manusia. Walaupun diperlukan hanya dalam jumlah yang sedikit, namun kekurangan maupun kelebihan vitamin A dapat berakibat fatal.
Kasus defisiensi vitamin A bukan merupakan kasus yang asing lagi bagi kita. Defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan kurangnya imunitas dalam tubuh terhadap penyakit, dan juga menyebabkan xeroftalmia, yang akan berlanjut kepada kebutaan dan kematian. Hal ini terjadi bukan saja pada anak-anak di daerah-daerah yang pemeliharaan gizinya buruk, ataupun pada anak-anak dengan status masyarakat tidak mampu, yang kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Tetapi hal ini juga terjadi pada anak-anak yang status masyarakatnya baik. Padahal yang paling banyak membutuhkan vitamin A adalah anak-anak, mengingat kebutuhan ini menurun seiring menuanya usia.
Untuk mencegah dampak buruk yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin A ini, biasanya pemerintah, bahkan WHO, menganjurkan untuk mensupplementasi anak-anak dengan vitamin A dosis tinggi dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan usia anak, yaitu:
50.000 IU pada saat lahir, dilanjutkan dengan 25.000 IU pada kontak imunisasi, 4 kali dalam usia 6 bulan pertama.
Dosis tunggal 50.000 IU untuk bayi usia dibawah satu bulan.
Dosis tunggal 100.000 IU untuk bayi usia 1-5 bulan
Dosis 200.000 IU untuk anak usia 1-5 tahun
*Dosis diberikan dalam jangka waktu satu bulan.
*IU adalah satuan vitamin A (1 IU = 0,0003 mg)
Pemberian dosis tinggi ini dianggap baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Karena sifatnya yang larut dalam lemak, vitamin A dosis tinggi yang dikonsumsi, tetapi tidak terpakai dalam tubuh dapat disimpan dalam hati, dan digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan. Namun sifat ini pulalah yang membuat penggunaan dosis tinggi berisiko menyebabkan gangguan pada tubuh, karena penumpukan vitamin A yang terlalu banyak.
Di sini kita dapat melihat kontroversi, yaitu karena pihak yang satu setuju akan penggunaan vitamin A dosis tinggi, malah justru menganjurkan. Tetapi pihak lainnya menganggap hal ini sebagai faktor penyebab hipervitaminosis yang juga sangat berbahaya. Kontroversi ini terjadi bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk orang dewasa (akan dibahas lebih lanjut).
Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang jelas akurat tentang bagaimana mengkonsumsi vitamin A yang benar, kami menggunakan metode meta analisis, yaitu yang diambil dari jurnal-jurnal medis, artikel kesehatan, dan buku-buku kedokteran.
Hipervitaminosis pada anak-anak.
Hipervitaminosis vitamin A sering kali dihubungkan dengan berubahnya warna kulit menjadi kekuningan. Biasanya apabila ditemukan kasus seperti ini, penderita akan langsung panik dan berasumsi keracunan vitamin A.
Namun, hal ini sebenarnya tidaklah berbahaya. Penyebab hal ini sebetulnya adalah karotenoid, suatu bentuk provitamin A yang terdapat pada sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. Karotenoid tidak bersifat toksik tetapi dapat menyebabkan kekuningan pada kulit, akibat sifat vitamin A yang dapat larut dalam lemak, sehingga vitamin A disimpan bersama dengan jaringan adiposa. Karena dibawah kulit terdapat jaringan adiposa, kulit dapat berwarna kekuningan.
Sebenarnya kasus seperti di atas jarang ditemukan, karena rendahnya konversi karoten ke vitamin A. (1 mol karoten = 0,27 mol vitamin A)
Dosis yang telah disebutkan di atas adalah batas aman penggunaan vitamin A untuk anak-anak. Apabila vitamin A dikonsumsi melebihi dosis tersebut akan terjadi gangguan-gangguan pada tubuh, seperti:
Pada bayi usia 6 bulan, apabila mendapatkan dosis lebih dari 100.000 IU per bulan, akan terjadi penonjolan fontanel akibat peningkatan tekanan intrakranial.
Pada anak usia 1-5 tahun, apabila mendapatkan lebih dari 300.000 IU dosis tunggal per bulan, maka kemungkinan akan menderita mual, sakit kepala dan anoreksia.
Apabila dikonsumsi berbulan-bulan atau bertahun-tahun dengan dosis yang tinggi, maka akan menyebabkan hepatomegaly dan berlemak.
Penggunaan vitamin A 25.000 hingga 50.000 UI sehari dapat menimbulkan nyeri tulang, lesi kulit, rambut rontok, hepatosplenomegali, papiludem, pendarahan dan kelemahan.
Pengobatan yang dapat dilakukan hanyalah penghentian konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatis.
Hipervitaminosis pada dewasa
Hipervitaminosis atau keracunan vitamin A dapat mempengaruhi tulang. Asam retinoa, metabolit aktif dari vitamin A, dapat menstimulasi pembentukan dan aktivitas osteoklas, menyebabkan peningkatan resorpsi tulang, dan pembentukan reaksi periosteal.
Reaksi periosteal adalah reaksi pembentukan tulang baru akibat respon terhadap cedera atau stimuli dari periosteum di sekitar tulang. Reaksi periosteal dapat menyebabkan hyperostosis, yang dapat juga meningkatkan resiko osteoporosis.
Selain itu, hipervitaminosis vitamin A juga dapat mempengaruhi metabolisme mineral dan menyebabkan hiperkalsemia.
Berikut ini ada beberapa hasil penelitian mengenai konsumsi vitamin A yang baik:
• Studi Melhus di Norwegia dan Swedia menyatakan, tingginya insiden fraktur panggul di daerah tersebut disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi vitamin A, yaitu 6x lebih tinggi dibandingkan dengan Eropa Selatan. Bone mineral density pada orang yang mengkonsumsi vitamin A melebihi 1,5 mg per hari adalah 10% lebih rendah daripada orang yang mengkonsumsi kurang dari 1,5 mg per hari.
• Laporan Nurse Health study menyatakan orang yang mengkonsumsi vitamin A 1,5 mg atau lebih setiap hari memiliki resiko terkena fraktur panggul lebih besar daripada orang yang mengkonsumsi kurang dari 0,5 mg per hari.
• Penelitian berikutnya oleh Rancho Bernado, menyatakan bahwa bone mineral density optimal bila konsumsi vitamin A antara 2000-2800 IU (0,6-0,9 mg) per hari.
• Michaelsson menyimpulkan bahwa serum retinol yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya fraktur.
• National Health and Nutrition Examination Survey menyatakan bahwa pria usia di atas 30 tahun dan wanita di atas 50 tahun memiliki tingkat retinol serum yang tinggi.
Terdapat kasus tertentu dari Duke Hospital, Durham.
Seorang bayi wanita, pada usia empat bulan, fontanelnya belum menutup. Karena dianggap kekurangan vitamin, bayi ini diberikan vitamin A dosis tinggi setiap hari. Pada usia 6 bulan, setelah ditemukan bengkak pada kakinya, dosis vitamin yang diberikan dinaikkan. Setelah beberapa lama, bayi ini mengalami hiperostosis, craniotabes (tengkoraknya menjadi lembek seperti membran), dan pembengkakan yang fusiform di bagian distal metatarsal.
Akhirnya diasumsikan bahwa bayi ini mengalami hipervitaminosis vitamin A, karena setelah konsumsinya dihentikan, gejala-gejala tersebut mulai membaik, tengkoraknya mulai mengeras dan menjadi lebih padat.
Kasus-kasus seperti ini adalah ppengecualian yang jarang terjadi. Setelah diselidiki, terdapat gangguan penyerapan vitamin pada anak tersebut, sehingga menyebabkan hipervitaminosis.
Jenis-jenis hipervitaminosis A:
• Hipervitaminosis A akut
Biasanya terjadi dalam waktu 24 jam. Gejalanya dalai mual, muntah, dan sakit kepala. Pada anak-anak terjadi bila mengkonsumsi dosis 300.000 IU atau lebih. Pada bayi usia did bawah 1 tahun menyebabkan penonjolan fontanel. Pengobatan adalah dengan menghentikan konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatik. Akan hilang dalam 1-2 hari.
• Hipervitaminosis A kronis
Terjadi bila mengkonsumsi dosis tinggi selama beberapa bulan atau tahun. Gejalanya antara lain anoreksia, kulit kering, gatal, peningkatan tekanan intra cranial pada bayi, bibir pecah-pecah, tungkai dan lengan lemah dan membengkak (karena reaksi periosteal). Pengobatanmua dengan menghentikan konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatik.
Dosis vitamin A yang aman.
Dari berbagai penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa penggunaan vitamin A dosis tinggi merupakan kebutuhan yang essensial bagi tubuh, namun akan sangat berbahaya bila tidak diperhatikan.
Dosis konsumsi vitamin A yang aman untuk anak-anak seperti diatas nampaknya tidak menjadi masalah, apabila tidak dilanggar ketentuannya. Namun pada orang dewasa, sebaiknya dosis tersebut dikurangi, mengingat kebutuhannya yang semakin berkurang seiring dengan meningkatnya usia.
Dari penelitian-penelitian yang telah disampaikan di atas, dapat disimpulkan:
• Bayi usia 1-5 bulan sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari dosis tunggal 100.000 IU.
• Anak usia 1-5 tahun sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari dosis 200.000 IU.
• Orang dewasa sebaiknya mengkonsumsi dosis 2000-2800 IU perhari, yaitu 0,6-0,9 mg, dan tidak lebih dari 1,5 mg.
• Dosis tinggi ini bukan untuk suplementasi per hari, melainkan per bulan.
• Suplementasi sebaiknya tidak dilakukan dengan rutin, untuk mengurangi risiko hipervitaminosis kronik.
Referensi
Arena, Jay M., M.D., Sarazen, Paul, Jr., M.D., Baylin, George J., M.D.. Hipervitaminosis A - Report an unusual Case with Marked Craniotabes. Official Journal of the American Academy of Pediatrics. 1951; 8: 788-794.
Tang G, Qin J, Dolnikowski G G, Russell R M. Short-term (intestinal) and long-term (post-intestinal) conversion of beta carotene to retinol in adults as assessed by a stable-isotope reference method. The American Journal of Clinical Nutrition. 2003; 78: 259-66.
Jason J, Archibald, Lennox K., Nwanyanwu, Okey C., Sowell, Anne L., Buchanan I, Larned J, Bell M, Kazembe, Peter N., Dobbie H, Jarvis, William R.. Vitamin A Levels and Immunity in Human. Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology. 2002; 9.3: 616-621.
Wikipedia – The Free Encyclopedia. “Craniotabes”. http://en.wikipedia.org/wiki/Craniotabes
Wikipedia – The Free Encyclopedia. “Periosteal Reaction”. http://en.wikipedia.org/wiki/Periosteal_reaction
www.gizi.net/pedoman-gizi/download/KG-1A.doc
http://drakeiron.wordpress.com/2008/11/23/info-hipervitaminosis-a-dan-fraktur/
http://apotekputer.com/ma/index.php?option=com_content&task=view&id=75&Itemid=9
Vitamin A merupakan senyawa yang essensial bagi kehidupan manusia. Walaupun diperlukan hanya dalam jumlah yang sedikit, namun kekurangan maupun kelebihan vitamin A dapat berakibat fatal.
Kasus defisiensi vitamin A bukan merupakan kasus yang asing lagi bagi kita. Defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan kurangnya imunitas dalam tubuh terhadap penyakit, dan juga menyebabkan xeroftalmia, yang akan berlanjut kepada kebutaan dan kematian. Hal ini terjadi bukan saja pada anak-anak di daerah-daerah yang pemeliharaan gizinya buruk, ataupun pada anak-anak dengan status masyarakat tidak mampu, yang kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Tetapi hal ini juga terjadi pada anak-anak yang status masyarakatnya baik. Padahal yang paling banyak membutuhkan vitamin A adalah anak-anak, mengingat kebutuhan ini menurun seiring menuanya usia.
Untuk mencegah dampak buruk yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin A ini, biasanya pemerintah, bahkan WHO, menganjurkan untuk mensupplementasi anak-anak dengan vitamin A dosis tinggi dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan usia anak, yaitu:
50.000 IU pada saat lahir, dilanjutkan dengan 25.000 IU pada kontak imunisasi, 4 kali dalam usia 6 bulan pertama.
Dosis tunggal 50.000 IU untuk bayi usia dibawah satu bulan.
Dosis tunggal 100.000 IU untuk bayi usia 1-5 bulan
Dosis 200.000 IU untuk anak usia 1-5 tahun
*Dosis diberikan dalam jangka waktu satu bulan.
*IU adalah satuan vitamin A (1 IU = 0,0003 mg)
Pemberian dosis tinggi ini dianggap baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Karena sifatnya yang larut dalam lemak, vitamin A dosis tinggi yang dikonsumsi, tetapi tidak terpakai dalam tubuh dapat disimpan dalam hati, dan digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan. Namun sifat ini pulalah yang membuat penggunaan dosis tinggi berisiko menyebabkan gangguan pada tubuh, karena penumpukan vitamin A yang terlalu banyak.
Di sini kita dapat melihat kontroversi, yaitu karena pihak yang satu setuju akan penggunaan vitamin A dosis tinggi, malah justru menganjurkan. Tetapi pihak lainnya menganggap hal ini sebagai faktor penyebab hipervitaminosis yang juga sangat berbahaya. Kontroversi ini terjadi bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk orang dewasa (akan dibahas lebih lanjut).
Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang jelas akurat tentang bagaimana mengkonsumsi vitamin A yang benar, kami menggunakan metode meta analisis, yaitu yang diambil dari jurnal-jurnal medis, artikel kesehatan, dan buku-buku kedokteran.
Hipervitaminosis pada anak-anak.
Hipervitaminosis vitamin A sering kali dihubungkan dengan berubahnya warna kulit menjadi kekuningan. Biasanya apabila ditemukan kasus seperti ini, penderita akan langsung panik dan berasumsi keracunan vitamin A.
Namun, hal ini sebenarnya tidaklah berbahaya. Penyebab hal ini sebetulnya adalah karotenoid, suatu bentuk provitamin A yang terdapat pada sayur-sayuran hijau dan buah-buahan. Karotenoid tidak bersifat toksik tetapi dapat menyebabkan kekuningan pada kulit, akibat sifat vitamin A yang dapat larut dalam lemak, sehingga vitamin A disimpan bersama dengan jaringan adiposa. Karena dibawah kulit terdapat jaringan adiposa, kulit dapat berwarna kekuningan.
Sebenarnya kasus seperti di atas jarang ditemukan, karena rendahnya konversi karoten ke vitamin A. (1 mol karoten = 0,27 mol vitamin A)
Dosis yang telah disebutkan di atas adalah batas aman penggunaan vitamin A untuk anak-anak. Apabila vitamin A dikonsumsi melebihi dosis tersebut akan terjadi gangguan-gangguan pada tubuh, seperti:
Pada bayi usia 6 bulan, apabila mendapatkan dosis lebih dari 100.000 IU per bulan, akan terjadi penonjolan fontanel akibat peningkatan tekanan intrakranial.
Pada anak usia 1-5 tahun, apabila mendapatkan lebih dari 300.000 IU dosis tunggal per bulan, maka kemungkinan akan menderita mual, sakit kepala dan anoreksia.
Apabila dikonsumsi berbulan-bulan atau bertahun-tahun dengan dosis yang tinggi, maka akan menyebabkan hepatomegaly dan berlemak.
Penggunaan vitamin A 25.000 hingga 50.000 UI sehari dapat menimbulkan nyeri tulang, lesi kulit, rambut rontok, hepatosplenomegali, papiludem, pendarahan dan kelemahan.
Pengobatan yang dapat dilakukan hanyalah penghentian konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatis.
Hipervitaminosis pada dewasa
Hipervitaminosis atau keracunan vitamin A dapat mempengaruhi tulang. Asam retinoa, metabolit aktif dari vitamin A, dapat menstimulasi pembentukan dan aktivitas osteoklas, menyebabkan peningkatan resorpsi tulang, dan pembentukan reaksi periosteal.
Reaksi periosteal adalah reaksi pembentukan tulang baru akibat respon terhadap cedera atau stimuli dari periosteum di sekitar tulang. Reaksi periosteal dapat menyebabkan hyperostosis, yang dapat juga meningkatkan resiko osteoporosis.
Selain itu, hipervitaminosis vitamin A juga dapat mempengaruhi metabolisme mineral dan menyebabkan hiperkalsemia.
Berikut ini ada beberapa hasil penelitian mengenai konsumsi vitamin A yang baik:
• Studi Melhus di Norwegia dan Swedia menyatakan, tingginya insiden fraktur panggul di daerah tersebut disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi vitamin A, yaitu 6x lebih tinggi dibandingkan dengan Eropa Selatan. Bone mineral density pada orang yang mengkonsumsi vitamin A melebihi 1,5 mg per hari adalah 10% lebih rendah daripada orang yang mengkonsumsi kurang dari 1,5 mg per hari.
• Laporan Nurse Health study menyatakan orang yang mengkonsumsi vitamin A 1,5 mg atau lebih setiap hari memiliki resiko terkena fraktur panggul lebih besar daripada orang yang mengkonsumsi kurang dari 0,5 mg per hari.
• Penelitian berikutnya oleh Rancho Bernado, menyatakan bahwa bone mineral density optimal bila konsumsi vitamin A antara 2000-2800 IU (0,6-0,9 mg) per hari.
• Michaelsson menyimpulkan bahwa serum retinol yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya fraktur.
• National Health and Nutrition Examination Survey menyatakan bahwa pria usia di atas 30 tahun dan wanita di atas 50 tahun memiliki tingkat retinol serum yang tinggi.
Terdapat kasus tertentu dari Duke Hospital, Durham.
Seorang bayi wanita, pada usia empat bulan, fontanelnya belum menutup. Karena dianggap kekurangan vitamin, bayi ini diberikan vitamin A dosis tinggi setiap hari. Pada usia 6 bulan, setelah ditemukan bengkak pada kakinya, dosis vitamin yang diberikan dinaikkan. Setelah beberapa lama, bayi ini mengalami hiperostosis, craniotabes (tengkoraknya menjadi lembek seperti membran), dan pembengkakan yang fusiform di bagian distal metatarsal.
Akhirnya diasumsikan bahwa bayi ini mengalami hipervitaminosis vitamin A, karena setelah konsumsinya dihentikan, gejala-gejala tersebut mulai membaik, tengkoraknya mulai mengeras dan menjadi lebih padat.
Kasus-kasus seperti ini adalah ppengecualian yang jarang terjadi. Setelah diselidiki, terdapat gangguan penyerapan vitamin pada anak tersebut, sehingga menyebabkan hipervitaminosis.
Jenis-jenis hipervitaminosis A:
• Hipervitaminosis A akut
Biasanya terjadi dalam waktu 24 jam. Gejalanya dalai mual, muntah, dan sakit kepala. Pada anak-anak terjadi bila mengkonsumsi dosis 300.000 IU atau lebih. Pada bayi usia did bawah 1 tahun menyebabkan penonjolan fontanel. Pengobatan adalah dengan menghentikan konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatik. Akan hilang dalam 1-2 hari.
• Hipervitaminosis A kronis
Terjadi bila mengkonsumsi dosis tinggi selama beberapa bulan atau tahun. Gejalanya antara lain anoreksia, kulit kering, gatal, peningkatan tekanan intra cranial pada bayi, bibir pecah-pecah, tungkai dan lengan lemah dan membengkak (karena reaksi periosteal). Pengobatanmua dengan menghentikan konsumsi vitamin A dan pengobatan simptomatik.
Dosis vitamin A yang aman.
Dari berbagai penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa penggunaan vitamin A dosis tinggi merupakan kebutuhan yang essensial bagi tubuh, namun akan sangat berbahaya bila tidak diperhatikan.
Dosis konsumsi vitamin A yang aman untuk anak-anak seperti diatas nampaknya tidak menjadi masalah, apabila tidak dilanggar ketentuannya. Namun pada orang dewasa, sebaiknya dosis tersebut dikurangi, mengingat kebutuhannya yang semakin berkurang seiring dengan meningkatnya usia.
Dari penelitian-penelitian yang telah disampaikan di atas, dapat disimpulkan:
• Bayi usia 1-5 bulan sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari dosis tunggal 100.000 IU.
• Anak usia 1-5 tahun sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari dosis 200.000 IU.
• Orang dewasa sebaiknya mengkonsumsi dosis 2000-2800 IU perhari, yaitu 0,6-0,9 mg, dan tidak lebih dari 1,5 mg.
• Dosis tinggi ini bukan untuk suplementasi per hari, melainkan per bulan.
• Suplementasi sebaiknya tidak dilakukan dengan rutin, untuk mengurangi risiko hipervitaminosis kronik.
Referensi
Arena, Jay M., M.D., Sarazen, Paul, Jr., M.D., Baylin, George J., M.D.. Hipervitaminosis A - Report an unusual Case with Marked Craniotabes. Official Journal of the American Academy of Pediatrics. 1951; 8: 788-794.
Tang G, Qin J, Dolnikowski G G, Russell R M. Short-term (intestinal) and long-term (post-intestinal) conversion of beta carotene to retinol in adults as assessed by a stable-isotope reference method. The American Journal of Clinical Nutrition. 2003; 78: 259-66.
Jason J, Archibald, Lennox K., Nwanyanwu, Okey C., Sowell, Anne L., Buchanan I, Larned J, Bell M, Kazembe, Peter N., Dobbie H, Jarvis, William R.. Vitamin A Levels and Immunity in Human. Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology. 2002; 9.3: 616-621.
Wikipedia – The Free Encyclopedia. “Craniotabes”. http://en.wikipedia.org/wiki/Craniotabes
Wikipedia – The Free Encyclopedia. “Periosteal Reaction”. http://en.wikipedia.org/wiki/Periosteal_reaction
www.gizi.net/pedoman-gizi/download/KG-1A.doc
http://drakeiron.wordpress.com/2008/11/23/info-hipervitaminosis-a-dan-fraktur/
http://apotekputer.com/ma/index.php?option=com_content&task=view&id=75&Itemid=9
Label:
medical writings