Tampilkan postingan dengan label christianity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label christianity. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Children's Bible Stories :)

Ketika melihat buku ini jadi teringat masa kecil :)
Tapi ini bukan sekadar cerita dongeng anak kecil. Ini cerita sepanjang masa..
Terbaca oleh saya sebuah cerita menarik yang dulu saya gemari, dengan bahasa yang sederhana namun jelas. Silakan disimak :)


I'm Listening, Lord
based on I Samuel 3

The years passed and as Eli grew older his eyes grew weaker. At night he would sleep in his own room, leaving Samuel on guard in the shrine near the gold covenant chest. A light burned all night in the sanctuary and the boy was glad of it.

One night, Samuel woke up at the sound of his own name:
'Samuel!'
He jumped up and hurried to Eli's room.
'Yes, Eli,' he said. 'What can I get for you?'
'I did not call you, my son,' Eli replied, 'Go back to bed.'
Samuel tiptoed back but before he had time to snuggle down he heard the voice again.
'Samuel!'
He was out of bed in a flash and into Eli's room again. But Eli knew nothing of it and ordered him back to bed.
'Samuel!'
A third time the call came. Samuel knew he wasn't dreaming. Once more he went to Eli. This time Eli did not send him away. He had guessed, at last, what must be happening.
'Samuel,' he said, 'I believe it is God calling you. Go back to bed. If the voice calls again, say, "Speak, Lord, your servant is listening".'

Saying the words over to himself, Samuel went back to bed, every muscle strained to listen. Again the voice came clearly:
'Samuel.'
'i'm listening, Lord,' Samuel answered, 'please speak to me.'
When Samuel heard what God had to say, he was sad and shocked. Eli's two sons were not good like their father. They disobeyed God's laws and grabbed for themselves the presents that people brought for God. God told Samuel that he was not going to let Eli's family be his priest any longer.

Early next day Eli came to find Samuel.
'What did God say to you?' he asked.
Samuel went very red and looked down at the ground. He did not want to have to tell Eli the sad news.

'Tell me everything,' Eli insisted.
When Samuel had told him what God had to say about his family, Eli bent his head and nodded quietly.
'God knows what is right and best,' he whispered.

As Samuel grew up, God often spoke to him. God gave him message to give to all the people of Israel. Everyone began to pay attention to what Samuel had to say.

***

A short nice story, isn't it?
Biarpun pendek, tapi banyak yang bisa kita ambil dari cerita ini.
Berapa sering Tuhan berusaha memanggil kita berkali-kali.
Apakah kita terlalu sibuk dan dikelilingi oleh keriuhan sehingga kita tidak mendengar suara-Nya?
Ataukah kita mendengar, tetapi kita tidak mengenal suara siapakah itu?
Atau kita mendengar, kita tahu Tuhan memanggil kita, tetapi kita tidak mengacuhkan panggilan-Nya?
Seringkali Tuhan ingin berbicara pada kita.
Pernahkah anda merasa anda perlu berdoa ketika hati anda sedang berat?
Tuhan sedang memanggil anda untuk berbicara dengan-Nya saat itu.
Apakah anda menjawab panggilan-Nya? Apakah anda benar2 berdoa saat itu?
Atau tak mengacuhkannya dan melanjutkan kegiatan anda?

Samuel, seorang anak kecil. Namun, Tuhan menyampaikan sebuah hal yang penting kepadanya.
Apakah kita pernah merasa,
'Tuhan, saya terlalu muda.. apa yang bisa saya lakukan untuk Tuhan..'
atau
'Tuhan, saya belum mengerti apa-apa.. mungkin kah saya dapat mengerti apa yang Kau katakan?'
atau
'Tuhan, rasanya saya dari dulu tidak memiliki keahlian apa-apa.. apa yang mau saya persembahkan buat Tuhan..?'

Kalau ya, ingatlah Samuel kecil. Umur berapa Samuel saat itu? Namun Tuhan menitipkan nubuatan tentang keluarga Eli kepadanya. bahkan Samuel dipakai Tuhan sebagai alat untuk menyampaikan pesan kepada bangsa Israel.

Kalau saja kita mau mendengar dan menjawab, setiap kali Roh Kudus berbisik di hati kita.

Masih banyak hal yang bisa diambil dari cerita ini. Mau share apa yang kamu dapatkan?
Silahkan saja sharing disini. Monggo! :)

God bless you ^^

Minggu, 19 Desember 2010

Recommended Book: Gifted Hands - The Ben Carson Story


Buku ini saya dapatkan kopinya dari seorang teman sudah beberapa bulan yang lalu. Namun, baru beberapa minggu yang lalu buku ini selesai saya baca.

Banyak dari pengalaman Ben yang agak mirip dengan yang saya alami. Dan banyak juga pelajaran dan motivasi yang bisa saya renungkan bagi diri saya dari cerita ini.

Ceritanya mengenai seorang dokter bedah saraf bernama Benjamin Carson. Ben tinggal bersama ibunya, Sonya Carson dan kakaknya Curtis. Sejak kecil ayahnya meninggalkan mereka dan tidak pernah kembali lagi. Sonya harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya seorang diri dan di saat yang sama juga mencari terapi psikologis untuk tekanan batin yang dihadapinya. Dan kegigihannya ini tidak sia-sia. Ben Carson sendiri sangat mengagumi ibunya, karena walaupun bukan orang yang memiliki pendidikan tinggi, ibunya selalu memotivasi Ben dan kakaknya untuk meraih prestasi. Seringkali ibunya mengatakan berbagai macam peribahasa yang membakar semangat anak-anaknya.

Ben bukanlah seorang anak yang pintar. Terlahir sebagai seorang "nigger", ia selalu mendapatkan perlakuan berbeda di sekolahnya. Ditambah lagi dengan kemampuan inteligennya yang rendah, Ben mendapatkan banyak tekanan dalam pendidikannya. Ben selalu mendapatkan nilai yang rendah di sekolahnya. Hingga suatu kali diadakan pemeriksaan kesehatan di sekolahnya, dan Ben didapati mengalami rabun jauh. Setelah mendapatkan kacamata gratis dari sekolah, nilai-nilainya di kelas membaik, dan ia mulai dapat mengejar ketinggalannya.

Suatu hari ibunya, Sonya, membuat peraturan baru dirumah. Anak-anak hanya diperbolehkan menonton 3 acara televisi dalam seminggu, dan waktu luang yang mereka punya harus dipergunakan untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Setiap minggu mereka harus melaporkan sejumlah tertentu buku yang telah mereka baca kepada Sonya. Peraturan ini kemudian menanam kebiasaan membaca pada Ben dan Curtis. Mereka mulai menyukai membaca dan menulis, dan disinilah akhirnya Ben menemukan ketertarikannya pada ilmu sains.

Prestasi Ben meningkat drastis di sekolah, hingga ia dapat menjadi yang terbaik di kelasnya. Teman-teman yang dulu menyisihkannya, sekarang mulai berbalik dan malah meminta Ben mengajari mereka.

Menariknya, kehidupan Ben setelah itu tidak selalu berjalan mulus. Dalam prestasi ia juga mengalami jatuh bangun. Ia juga tidak lepas dari masalah pergaulan di masa remajanya. Ia sempat jatuh oleh keinginan menjadi populer di antara teman-teman remajanya. Namun pada akhirnya ia kembali lagi.

Pelajaran yang dapat saya ambil dari kehidupan Ben adalah ia selalu berusaha menjadi yang terbaik, bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk dirinya sendiri. Ia menentukan suatu standar yang tinggi dalam dirinya sendiri. Ia selalu mengingat kata-kata ibunya, "Ben, you can be what you want to be." Dan lagi, " If you ask anything to Jesus, believing He will do it, He will do it for you." Kata-kata itu yang memotivasinya untuk bangkit lagi setiap kali ia terjatuh.

Ia juga pernah mengalami gangguan kepribadian. Beberapa bulan yang lalu saya belajar tentang Mental dan perilaku, jadi saya mengerti secara jelas gangguan kepribadian apa yang Ben alami. Ia normal-normal dan biasa saja, tetapi ketika emosinya memuncak, ia akan melakukan hal-hal bodoh yang tidak dia sadari. Temperamental. Ia bahkan pernah hampir membunuh temannya. Ia tidak sadar waktu melakukannya, tetapi ia menyesali perbuatannya ketika sadar apa yang ia telah lakukan.

Ia berusaha mencari jalan keluar, hingga akhirnya ia putus asa dan mengurung dirinya di kamar mandi. Saat itu ia teringat untuk berdoa. Dan ternyata, Tuhanlah yang dapat membantunya menghilangkan gangguan kejiwaannya ini. Ini yang membuat saya terkagum. Biasanya orang dengan gangguan kepribadian harus di terapi dengan psikoterapi, tetapi Ben dapat melaluinya hanya dengan menyerahkan hidupnya pada Tuhan. Tuhan dapat melakukan segalanya. Ia dapat mengubah seseorang. Yang mustahil menjadi tidak mustahil bagi-Nya.

Ben tetap fokus pada tujuannya, menjadi seorang dokter. Ia tidak pernah menginginkan sesuatu yang lain. Ketika ia mendaftar di program pre-medicine di Universitas Yale, Tuhan merendahkan kesombongan dalam dirinya. Ia memang seorang yang lebih pintar dari teman-teman di sekolahnya. Namun, ketika memasuki Yale, ia dapati orang-orang di sekitarnya lebih baik daripada dirinya. Dan karena cara belajarnya yang salah, ia tidak dapat mengikuti dengan baik pelajaran yang diajarkan. Ia harus mengubah cara belajarnya, tetapi sudah terlambat. Ia akan segera menghadapi ujian. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, tapi ia yakin Tuhan menginginkan ia menjadi seorang dokter. Ia berusaha melakukan yang ia bisa. Pada saat yang paling mustahil dari hidupnya, mujizat terjadi. Malam itu sebelum hari ujian yang ditentukan, ia mendapatkan mimpi.

Ia bermimpi berada dalam sebuah kelas, sendiri. Lalu seseorang masuk dan mulai menulis soal-soal beserta penyelesaiannya di papan tulis. Ia terus memperhatikannya. Ketika ia terbangun ia berusaha mengingat dan mencatat segala sesuatu yang ia ingat dari mimpi itu. Dan ketika ujian dimulai, didapatinya soal-soal ujian sama persis dengan yang ia lihat di dalam mimpinya. Akhirnya ia dapat melalui ujian dengan baik dan mengambil pre-medicine.

Setelah mujizat itu ia berjanji pada Tuhan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Hal ini menjadi teguran buat saya, karena saya juga sering mengalami mujizat seperti itu, tetapi saya tetap mengulangi kesalahan-kesalahan saya. Buku ini membuat saya menyadari bahwa saya harus mengambil tindakan untuk berubah.

Kehidupan Ben ketika menjadi seorang dokter koass (begitulah sebutannya di indonesia) sangat menarik. Ia menghadapinya dengan kemauan belajar yang kuat. Mungkin itulah yang harus saya lakukan nanti bila saya menghadapi fase itu.

Banyak lagi pelajaran-pelajaran yang bisa saya ambil dari cerita ini. Salah satunya adalah bahwa Tuhan tidak pernah membawa kita ke dalam suatu situasi yang tidak dapat kita lalui. Bahwa segala sesuatu jika diserahkan ke tangan Tuhan akan membuahkan hasil yang terbaik. Bahwa seorang dokter harus memiliki empati. Bahwa kita harus melakukan yang terbaik dalam segala hal, sehingga bila kita gagal, kita tidak akan pernah menyesal karena kita telah melakukan yang terbaik.

Berusaha, lakukan yang terbaik, selebihnya serahkan pada Tuhan. Itulah yang saya dapatkan dari buku ini.

*Ben Carson berhasil meraih apa yang ia inginkan. Ia berhasil menyingkirkan diskriminasi yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. Dalam masa mudanya ia telah dapat dipercaya memegang divisi Pediatric Neurosurgery di Johns Hopkins University. Ben Carson telah berhasil melakukan banyak operasi hemispherectomy, dengan pasien pertamanya bernama Maranda Fransisco. Ben dan timnya di Johns Hopkins University pertama kali berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam yang menempel di bagian belakang kepalanya. Ben dikenal sebagai orang yang berani melakukan tindakan yang tidak berani dilakukan orang lain. Hal ini tidak lain adalah buah dari kepercayaan dan penyerahannya kepada Tuhan. GOD is in control :)

I recommend you this book because I myself have been blessed since I read this.
Semoga berkat yang saya terima dari membaca buku ini, dapat dialami juga oleh para pembaca lainnya. Semoga para dokter dan calon dokter dapat termotivasi melalui buku ini.

Praise be to GOD! :)

Selasa, 13 Juli 2010

When bible meets medical: Bloody sweat of Jesus

Berkunjung ke suatu web jejaring online, saya melihat istilah ini dan tertarik untuk menggubrisnya lebih lanjut.

Kita tahu di dalam alkitab dituliskan bahwa Yesus mengeluarkan keringat darah ketika bergumul dalam doa-Nya di taman getsemani.

Lukas 22:44
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.


Mungkinkah hal itu terjadi pada manusia? Ataukah itu merupakan sesuatu yang tidak wajar? Kita tahu bahwa Yesus adalah 100% Allah, tetapi juga 100% manusia. Bagaimanakah hal itu bisa terjadi dipandang dari sudut medis?

Berdasarkan penjelasan yang tertulis di Indian Journal of Dermatology, fenomena ini disebut hematohidrosis, suatu fenomena yang jarang terjadi. Hal ini jugalah yang disebut oleh Leonardo da Vinci "a soldier who sweated blood before battle".


HEMATOHIDROSIS

Seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi, diragukan dapat benar2 terjadi.

Sinonim


Hematidrosis, Hemidrosis, Bloody Sweat, Hysteric Stigmata, Ephidrosis cruenta, Sudor sanguineosa

Definisi


Menurut http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/hematidrosis
he•ma•ti•dro•sis (h m -t -dr s s, h m -)
n.
The excretion of blood or blood pigment in the sweat. Also called hemidrosis1.


Etiologi

Komponen penyakit sistemik, vicarious menstruation (perdarahan dari permukaan selain membran mukosa rongga cavum uterus yang terjadi pada waktu ketika menstruasi normal seharusnya terjadi), eksersi yang berlebih, psikogenik, dan faktor idiopatik.

Paling banyak disebabkan oleh psikogenik, yaitu stres dan kondisi emosional yang sangat ekstrim. Hal ini dibuktikan oleh case report. Kasus paling banyak dilaporkan terjadi pada wanita yang mengalami ketegangan tinggi dan histeris.
Fenomena ini juga dikaitkan dengan primary trombositopenic purpura dan penyakit autoimun dimana terdapat autoeritrosit. Dalam beberapa kasus juga dapat dianggap sebagai gejala hemofilia.

Laporan Kasus

Pria 72 tahun konsultasi karena menemukan noda darah pada pakaian di daerah abdomen selama 2 bulan, terutama pada pagi hari. Dia telah menderita tekanan mental terus menerus selama 2 tahun karena pertengkaran keluarga. Tidak ada riwayat trauma abdomen dan genital, gangguan perdarahan, konsumsi berlebih dari makanan yang diberi pewarna atau alergi obat ataupun makanan. Ia adalah seorang vegetarian dan tidak memakan daging maupun produk unggas. Tidak dilaporkan adanya discharge darah dari uretra maupun daerah anus. Riwayat kontak seksual sebelum menikah dan IMS dibantah.

Pemeriksaan kulit menunjukan adanya trikomikosis aksilla dan noda kuning pada pakaian di daerah axilla dan dinding dada, dicurigai adanya kromhidrosis. Tidak ada noda darah di permukaan kulit. Noda darah hanya ditemukan di pakaian bagian abdomen, bukan di genital, sekitar anus atau bokong. Dilakukan pemeriksaan hemogram dan biokimia secara rutin untuk melihat apakah ada abnormalitas sistemik, tetapi terlihat dalam batas normal. Pemeriksaan mikroskopik urin dan hapusan uretra menunjukkan tidak ada abnormalitas
Tes benzidine positif. Tes hemokromogen tidak dapat dilakukan karena tidak tersedia. Dalam pemeriksaan biopsi terlihat epidermis, pembuluh kapiler dan sel darah merah di lumennya, dan adanya edema papil kulit dan melanofag kulit. Pewarnaan khusus (Persian blue) untuk mendeteksi adanya hemosiderin positif.
Pemeriksaan psikiatrik : adanya gangguan depresi.

Diagnosis kerja : Hematohidrosis

Tatalaksana: hanya diberikan konseling untuk depresi, tanpa terapi sistemik

Hasil : setelah 15 hari, perdarahannya menghilang total, tidak ada relapse pada follow-up 6 bulan hingga 1,5 tahun.

Patogenesis

Terdapat pembuluh darah kapiler yang berbentuk seperti jaring di sekitar kelenjar keringat. Pada saat stress, oleh aktivasi sistem saraf simpatis, menimbulkan reaksi "fight or flight". Pembuluh darah mengalami konstriksi. Tetapi seiring bertambahnya beratnya ansietas, pembuluh darah tersebut berdilatasi hingga mencapai titik maksimal, kemudian ruptur. Darahnya mengalir ke kelenjar keringat, bercampur dengan keringat, lalu keluar ke permukaan kulit sebagai titik2 keringat darah. Darah yang keluar memiliki komponen yang sama dengan komponen darah tepi.

Efeknya ke tubuh adalah dehidrasi ringan sampai sedang, dan penderita akan merasa lemas, yang disebabkan oleh stress, kehilangan darah dan cairan lewat keringat.


Manifestasi Klinis

Dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, dapat terjadi di beberapa titik bersamaan. Kulit dapat terlihat normal pada saat berkeringat darah, atau mengalami peninggian sebelum mengeluarkan keringat darah. Dapat pula didahului oleh vesikel atau lepuhan di kulit, atau juga daerah eritema. Dapat terkelupas dan menimbulkan gangren (hal ini disebut neurotic excoriations). Jumlah darah biasanya sedikit.

Diagnosis


Biopsi tidak menunjukkan adanya ruang vaskuler yang terisi darah, tak ada perdarahan intradermal, obstruksi kapiler ataupun abnormalitas folikel rambut, kelenjar sebasea atau kelenjar keringat.
Diagnosis dapat ditegakkan melalui tes Benzidine.
Cara kerjanya : hemoglobin direaksikan dengan hidrogen peroksida, melepaskan oksigen yang akan bereaksi dengan senyawa organik (reagent) menghasilkan senyawa berwarna biru hijau.
Tes Hemokromogen mengkonfirmasi bahwa darah tersebut adalah berasal dari manusia.
Cara Kerjanya: piridine dalam reagent mereduksi hemoglobin menjadi kristal piridine hemoglobin yang berwarna pink salmon, dapat dilihat melalui mikroskop.

Tatalaksana


Tergantung indikasi masing-masing kasus.

Referensi

1. http://www.doctortreatments.com/Diseases_Of_The_Skin/Class_VIII_Diseases_Of_The_Appendages_Diseases_Of_The_Sweat-Glands_Hematidrosis.htm
2. http://www.e-ijd.org/article.asp?issn=0019-5154;year=2009;volume=54;issue=3;spage=290;epage=292;aulast=Jerajani
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Hematidrosis

Jumat, 14 Mei 2010

Istirahat

Saya tulis untuk semua orang, terutama kaum muda yang suka begadang, atau tidur larut malam, sekaligus menasihati diri sendiri. :D


Setelah mempelajari pelajaran ss selama satu minggu, rasanya seperti tertampar. Judulnya adalah "Istirahat dan Pemulihan". Memang dari semua topik yang sudah dibaca mengenai kesehatan, topik inilah justru yang paling menampar. Pasalnya, saya hampir setiap bulan begadang paling tidak 2 kali, satu atau dua hari menjelang ujian. Sebagai mahasiswa blok, yang kurikulum pelajarannya cukup padat - katanya sih pelajaran 1 semester dipadatkan menjadi 5 minggu - dan punya otak yang pas-pasan (ngga langsung bisa nangkep sekali belajar), saya merasa kekurangan waktu untuk belajar, dan selalu saja belum selesai belajar beberapa hari menjelang ujian, sehingga harus dikejar dengan cara begadang 1 atau 2 hari sebelum hari - H. Tetapi setelah membaca pelajaran ini -astagaaa...- mari kita telusuri mengapa.

Pertama, cerita pendahuluannya itu loh, tentang seorang mahasiswa kedokteran (kenapa harus 'mahasiswa kedokteran'?? -____-) di Loma Linda yang selalu bangun jam 4 subuh setiap hari dan belajar terus hingga tengah malam, tetapi pencapaian akademisnya tetap saja jelek dan tidak berhasil. Hingga suatu hari dia menghadap dosennya dan meminta nasihat, dan dosennya itu menganjurkan dia untuk tidur 7 jam sehari dan berolahraga 30 menit sehari, tiap hari, apapun yang terjadi.

Apakah anda membacanya?? "APAPUN YANG TERJADI"
Mungkin bagi anda adalah sebuah hal yang biasa, namun bagi saya --> "APAPUN YANG TERJADI"
oh tidak, apabila saya belum selesai mempelajari pelajaran saya 2 hari menjelang ujian, bagaimana mungkin saya bisa tidur 7 jam sehari dengan tenang? saya pasti akan belajar hingga jam 2 pagi, baru kemudian tidur, lalu bangun lagi jam 5 pagi dan belajar lagi. Kalau tidak, bagaimana saya bisa menyelesaikan bahan ujian saya?

Namun, pada cerita ini, anak muda tersebut, setelah mengikuti nasihat dosennya, dapat lulus dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena itulah, saya rasa saya perlu mencobanya.
Mampukah saya? berhasilkah?
Kita lihat saja nanti. Saya akan membagikan pengalaman saya disini bila berhasil. :D

Pelajaran hari kedua berjudul "Tidak Ada Waktu"
Kembali saya tertampar. Seluruh pertanyaan yang ada di kepala saya pada hari pertama terjawab disini.
Saya merasa waktu saya tidak cukup untuk mempelajari semuanya. Namun, apakah benar-benar tidak cukup? Apakah benar-benar tidak ada waktu?

Saya mulai merenungi kembali, apa yang sebenarnya saya lakukan sehari-hari, dan jawabannya adalah : tidak ada.
Lalu mengapa saya merasa kekurangan waktu? Apa yang salah?
Satu-satunya kesalahan saya adalah pengaturan waktu. Saya tidak mengatur waktu saya dengan baik sehingga terbuang begitu saja.

Renungan yang bisa saya ambil dari pelajaran hari minggu adalah: bagaimana pun, tubuh kita memiliki keterbatasan, sehingga membutuhkan istirahat.
Alkitab pun tidak suka pemalas. (Amsal 6:9, Amsal 13:4, 2 Tesalonika 3:10)
tetapi rajin pun, jangan sampai melebihi takaran.
Di Markus 6:30-32,45-46, dikatakan bahwa pelayanan yang dilakukan Tuhan Yesus itu penting, tetapi tetap istirahat itu perlu.

Kebiasaan mencuri waktu tidur pada akhirnya akan merugikan kita. Walaupun masih muda, sehat dan kuat, tubuh kita memerlukan istirahat. Cepat atau lambat gaya hidup yang tidak beratarak akan merugikan kita.

"Orang yang tidak tidur selama 17-19 jam akan memiliki tingkat performa yang sebanding dengan orang yang mabuk."

Jadi jangan tolerir waktu tidur kita. Tubuh kita akan memiliki performa yang lebih baik apabila mendapatkan istirahat yang cukup.
Yang harus dilakukan adalah mengatur waktu kita. Time management itu penting, bukan hanya dipelajari saja, tetapi juga dijalankan.

*Hayoo para member AToMA yang sudah berkali-kali mengikuti workshop Time Management, sekaranglah waktunya mempraktekkan apa yang sudah kita pelajari. :D


Semoga bergunaa :)

Selasa, 06 April 2010

Vegetarian? WHY NOT?

Terinspirasi oleh ayat alkitab yang saya baca ketika melakukan rutinitas malam saya, yaitu belajar sekolah sabat.


Daniel 1:8

(8) Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.


Dulu ketika membaca ayat ini, yang muncul di pikiran saya adalah betapa hebatnya Daniel dapat menahan diri untuk tidak menyentuh barang menarik. Prinsip yang ditunjukkan disini adalah penguasaan diri, atau yang beberapa orang sebut dengan temperance. Namun kali ini, saya justru mendapatkan interpretasi dari sudut pandang yang berbeda dari ayat ini.

Untuk informasi sebelumnya, saya adalah seorang vegetarian. Lebih tepatnya lacto-ovo-vegetarian, yaitu vegetarian yang masih mengkonsumsi telur dan susu. Mulai dari beberapa kasus kanker yang terjadi ketika saya duduk di kelas 3 sma, yang merenggut nyawa 2 orang teman saya, saya berpikir harus merubah komposisi makanan saya menjadi lebih sehat. Penyakit jaman sekarang kalau menyerang tidak pandang bulu dan tidak pandang usia. Maka berawal dari "parno kanker" itulah saya menjalani kehidupan vegetarian yang penuh dengan tantangan ini.

Sebenarnya tidak murni dari keparnoan saya terhadap kanker juga sih. Saya hanya mulai sedikit bosan dengan daging. Saya tidak begitu suka memakan daging sapi, dan tidak juga ikan yang amis. Alhasil saya lebih sering makan ayam, dan lama-lama saya jadi bosan makan ayam. Sejak itulah saya memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian lagi.

Awalnya agak sulit, karena orang-orang di sekitar saya - setiap kali bertemu dengan saya - selalu bilang : "Untuk apa kamu jadi vegetarian. Kamu kan masih dalam masa pertumbuhan. butuh gizi yang banyak. kalau kamu jadi vegetarian nanti kamu kurang gizi."
Tapi karena saya ini memang keras kepala, jadi kalau sudah memutuskan sesuatu, mau apapun yang dikatakan orang padaku --> ngga peduli tuh. terserah saya donk.

Kesulitan lainnya dalam menjadi seorang vegetarian adalah susah cari makan. Kalau saya pergi jalan-jalan ke mall bersama teman-teman, ketika jam makan siang, saya akan bingung kemana mau mencari makanan. Yah, paling yang ada cuma gado-gado atau ketoprak. Kalau sekarang sih mudah, karena banyak resto vegie dimana-mana. Bukan cuma itu, sekarang juga sudah banyak resto yang menyediakan menu khusus vegetarian.

Terkadang saya juga suka 'ngiler' makan makanan karnivora sih. Saya paling kangen makan ikan teri sambal, ayam angkak dan ayam arak buatan papa saya. Kadang-kadang juga kepengin makan ikan asin (lhoo??). Jangan heran yah, yang saya kangenin justru makanan kampung semua. hahaha

Yang sedihnya, ketika belajar ilmu gizi di kampus, sering kali saya dibecandain sama teman-teman saya. Kenapa? Karena dosen saya sendiri yang bilang, kalau orang-orang vegetarian itu biasanya ada defisiensi gizi. Yang paling banyak sih vitamin B12, yang berperan dalam pembentukkan darah. Katanya kalau darah yang dibentuk tidak cukup, maka akan anemia. Anemia membuat transport oksigen ke otak kurang atau tidak mencukupi. Jika kebutuhan oksigen otak tidak mencukupi, maka otak tidak dapat berpikir dengan baik, alias jadi bego. Sedih amat sih, saya jadi bego. :(


Namun ketika saya membaca ayat ini --> Daniel 1:8-16, ada sesuatu yang menguatkan saya.

Seperti yang saya ketahui, dan saya yakini, bahwa alkitab itu bisa dipercaya. Sebelumnya saya juga pernah menulis blog tentang bagaimana kita bisa mempercayai alkitab. Lalu apakah yang alkitab katakan tentang vegetarian?
Yuk, kita baca sama-sama Daniel 1:8-16

Daniel 1:8

(8) Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

(9) Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

(10) tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja."

(11) Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

(12) Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

(13) sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu."

(14) Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

(15) Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

(16) Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.


Okey, jadi Daniel tuh vegetarian toh. Makanannya sayuran dan minumnya air. (ayat 12)
Lalu adakah Daniel mengalami anemia?

Sebentar dulu. Anemia itu sebenarnya apa sih??
Anemia itu di kalangan luas dikenal sebagai kurang darah. Gejalanya terkenal dengan sebutan 5L (dari iklan-iklan di televisi) yaitu: lemah, letih, lesu, lunglai, lelah.

Jadi apakah Daniel mengalami anemia? (ayat 15) Sepertinya tidak. Dia tidak lemah, letih, lesu, lunglai dan lelah. Justru perawakannya kelihatan lebih baik dan lebih gemuk daripada orang-orang yang makan daging.

Apakah Daniel dan teman-temannya menjadi bodoh? Ayat 17 :

(17) Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Allah justru memberikan pengetahuan dan hikmat kepada mereka.

WOW. begitu terkesannya saya karena alkitab menuntun hidup kita bahkan sampai kepada hal-hal yang terkecil sekalipun.

Jadi apakah kita dapat mempercayai alkitab?
Apakah kita dapat mempercayai Allah?

Dua pertanyaan di atas jawab sendiri.
Yang pasti untuk saya sekarang : menjadi vegetarian -- why not?

GBU :)

Senin, 29 Maret 2010

Book Recommendation : The Miracle of Enzyme

Hari minggu kemarin, saya sedang berjalan-jalan bersama dengan 3 orang teman di Supermall Karawaci, sepulang dari seminar "Allergy Alert" yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH). Karena tujuan kami tidak direncanakan sebelumnya, maka kami memutuskan untuk melihat-lihat saja di Toko Buku Gramedia. Maklum, suka melihat-lihat buku dan alat tulis. :)

Ketika memasuki Gramedia Bookstore, mata saya menangkap tumpukkan buku hijau tidak jauh dari pintu masuk toko buku tersebut, yang di sampul bukunya tertulis kata "Enzyme". Mungkin karena saya anak Fakultas Kedokteran, sehingga pada saat melihat kata itu, saya langsung tertarik dan penasaran apa sebenarnya isi buku tersebut. Judulnya adalah "The Miracle of Enzyme", ditulis oleh seorang guru besar dari Fakultas Kedokteran di Albert Einstein University di Amerika Serikat yang bernama Hiromi Shinya, MD.



Biasanya saya tidak terlalu tertarik dengan buku-buku kesehatan yang dijual di toko-toko buku, karena saya pikir buku-buku tersebut ditargetkan untuk dibaca oleh kaum awam, bahasanya sangat sederhana dan biasanya tidak ada penjelasan fisiologisnya, sehingga menurut saya tidak perlu untuk dibeli karena toh saya bisa belajar sendiri. Saya bisa membaca jurnal-jurnal yang evidence-based dengan referensi yang lebih kuat dan penjelasan yang lebih masuk akal.

Tetapi buku ini berbeda dari buku-buku kesehatan yang dijual di toko buku. Ketika saya membaca sekilas buku ini, saya menemukan penjelasan yang medis, logis dan fisiologis mengenai apa yang tertulis dalam buku ini. Walaupun tidak ada referensi yang dicantumkan, tetapi sepertinya dokter Shinya menulis berdasarkan pengalamannya sendiri. Yang membuat saya kagum pada dokter ini adalah dia mencoba obat-obat baru kepada dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada pasien, untuk mengetahui khasiat dan efek samping dari obat tersebut secara detail, yang biasanya tidak tertulis dalam kemasan obat. Dari sini saya dapat melihat betapa dia memperhatikan kepentingan pasiennya.

Hal lain yang unik dari buku ini adalah saran-saran yang tertulis di dalam buku ini agaknya sejalan dengan ajaran kesehatan dan larangan-larangan yang diajarkan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mungkin saudara-saudara dulu pernah membaca kutipan saya dari American News, tentang kesehatan : hal-hal yang dilakukan untuk memperpanjang umur, yaitu salah satunya adalah live like the Seventh-day Adventist. Menurut survey yang dilakukan, umat masehi advent hari ketujuh rata-rata berumur lebih panjang daripada orang-orang lainnya. Saya mengerti bahwa pembaca blog ini tidaklah seluruhnya berasal dari kalangan masehi advent hari ketujuh, bahkan blog ini dapat dibaca oleh semua orang. Saya menulis ini bukan untuk meninggikan ataupun memojokkan pihak-pihak tertentu, tetapi hanyalah sekedar penjelasan dan pembuktian dari apa yang selama ini saya percayai dan lakukan - tentunya dengan berbagai macam pergumulan dan pembantahan mengenai teori-teori kesehatan yang selama ini beredar.

Terus terang saja, saya bukan tipe orang yang dapat langsung menerima begitu saja bila diberikan peraturan dan larangan, apalagi dalam bidang kesehatan. Ketika saya memasuki Fakultas Kedokteran, pemikiran logis saya semakin berkembang dan sesaat saya menjadi orang yang suka membantah hal-hal yang saya rasa tidak sesuai dengan pemikiran logis saya, tentunya berdasarkan dengan apa yang saya telah pelajari sebagai mahasiswa kedokteran.

Saya berikan sebuah contoh yang paling mudah. Mengenai teh. Sebelumnya saya beritahukan bahwa umat advent tidak meminum teh. Memang hal ini tidaklah tertulis di dalam alkitab. Kalau tentang makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan sih, sudah jelas-jelas tertulis di dalam alkitab, yaitu di Kitab Imamat 11. Tetapi mengenai teh tidak ada, hanya ada tulisan dari seorang nabiah yang bernama Ellen G. White. Lalu apa dasarnya dari alkitab? Beberapa dasar prinsip kesehatan dalam alkitab dikutip dari ayat-ayat berikut :

1 Korintus 6:19-20

(19) Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

(20) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

dan lagi

1 Korintus 10:31

(31) Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Jadi untuk tidak meminum teh, dasarnya adalah ayat-ayat berikut. Bahwa kita tidak boleh memasukkan bahan yang merusak ke dalam tubuh kita karena tubuh kita adalah bait Allah. Jadi mengapa kita tidak boleh minum teh? Apakah teh merusak tubuh kita?

Selama ini yang saya tahu adalah karena teh mengandung zat adiktif, yaitu kafein.
http://pangandaraninfo.com/2009/12/20/makalah-zat-adiktif-dan-psikotropika/

Efek kafein pada tubuh menurut yang saya pelajari, salah satunya adalah memicu kerja jantung. Apabila jantung dipicu maka akan semakin banyak darah yang dipompa ke otak. Itulah sebabnya kafein dapat menghilangkan kantuk dan menambah konsentrasi. Namun, efek ini hanyalah sesaat saja. Efek lainnya adalah palpitasi (atau yang kita kenal sebagai deg-degan) dan denyut nadi lebih cepat. Apabila dipicu terus-menerus, maka jantung akan lelah dan lebih lanjut dapat menyebabkan penyakit. Efek lain kafein dapat dilihat dalam referensi berikut : http://www.medicinenet.com/caffeine/article.htm

Tetapi kafein yang terkandung di dalam teh hanyalah sedikit. Lebih banyak di dalam kopi. Makanya ketika orang mau begadang, maka orang tersebut akan minum kopi dan bukannya minum teh. Jadi bisa dibilang efek samping kafein dalam teh tidak terlalu terasa.

Kemudian ada alasan lain, yaitu bahwa teh mengandung asam tanat yang dapat mencegah penyerapan zat besi. Jadi apabila kita minum teh sambil atau setelah makan, maka kita dapat menderita defisiensi besi, oleh karena besi yang kita konsumsi yang terkandung dalam makanan kita tidak dapat diserap. Makanya kita jangan terlalu mendengarkan apa yang dikatakan iklan. :P

Baiklah, dengan alasan-alasan tersebut saya dapat menerima larangan untuk tidak minum teh. Tetapi bagaimana dengan teh hijau? Orang bilang teh hijau dapat mencegah kanker karena kandungan anti oksidannya. Dan bukan hanya orang yang bilang begitu, tetapi juga dosen saya sendiri. Dan apa yang saya pelajari dalam ilmu kedokteran juga seperti itu. Bahwa teh hijau baik untuk dikonsumsi karena kandungan antioksidannya yang dapat mencegah kanker. Bukti yang diberikan adalah prevalensi kanker lambung pada orang Jepang akibat minum sake menurun sejak kebiasaan meminum teh hijau itu dijalankan. Saya merasa tidak dapat menerima hal ini dan mulai meminum teh hijau. Pada awalnya ada rasa bersalah. Tetapi kemudian rasa bersalah itu dikalahkan oleh pemikiran-pemikiran rasional saya, dan sayapun mulai merasa aman untuk mengkonsumsi teh hijau tersebut. Sampai pada suatu hari ketika saya pergi bersama dengan teman-teman saya ke restoran jepang. Kita tahu, teh hijau di restoran jepang, sekali bayar bisa minum sepuasnya. Dan pada saat itu, saya mengambil keuntungan. Di dalam pikiran saya, karena teh hijau dapat menyehatkan tubuh saya, maka saya meminum teh hijau itu dengan santai, hingga beberapa gelas. Tetapi sepulang dari sana, justru efek yang saya dapatkan malah sebaliknya. Saya mulai merasakan palpitasi hingga gemetar. Saat itu saya mengetahui bahwa teh hijau tidak baik untuk tubuh saya, dan sejak saat itu pun saya tidak pernah mengkonsumsinya lagi.

Saya mulai menjalani larangan-larangan tersebut dengan iman. Tidak berani lagi membantahnya dengan pemikiran logisku. Tetapi bila orang-orang bertanya padaku apa alasannya, ada beberapa hal yang tidak dapat saya jelaskan secara fisiologis. Akhirnya saya hanya dapat menjelaskan dengan apa yang telah saya alami saja ketika mengkonsumsinya. Tetapi ketika saya menemukan buku The Miracle of Enzyme ini, seakan-akan semuanya terbuka dengan jelas. Larangan-larangan yang selama ini saya anggap tidak logis (bukan saja teh hijau), ternyata ada penjelasan logisnya. Berikut adalah penjelasan yang saya kutip langsung dari buku tersebut:
"Memang benar bahwa antioksidan yang ditemukan dalam teh adalah antioksidan berjenis polifenol, yang mencegah atau menetralisasi efek radikal bebas yang merusak. Namun, jika beberapa antioksidan tersebut menyatu, mereka menjadi sesuatu yang disebut tanin.

Tanin menyebabkan beberapa tumbuhan dan buah-buahan memiliki rasa sepat. Rasa "pahit" dalam buah kesemek yang pahit misalnya, disebabkan oleh tanin. Tanin mudah teroksidasi, maka, tergantung pada banyaknya zat itu terkena air panas atau udara, dengan mudah ia dapat berubah menjadi asam tanat. Terlebih lagi, asam tanat berfungsi membekukan protein. Teori saya adalah bahwa teh yang mengandung asam tanat memiliki efek negatif pada mukosa lambung-yaitu selaput lendir yang melapisi lambung-sehingga menyebabkan orang tersebut menderita berbagai masalah lambung, seperti tukak lambung.

Kenyataannya, ketika saya menggunakan endoskop untuk memeriksa lambung mereka yang secara teratur meminum teh (teh hijau, teh cina, teh hitam inggris) atau kopi yang mengandung banyak asam tanat, biasanya saya menemukan mukosa lambung mereka telah menipis akibat perubahan atrofi. Lapisan lambung yang begitu penting itu menyusut begitu saja. Sebuah fakta yang sudah diketahui: perubahan atrofi yang kronis atau mag kronis dapat dengan mudah berkembang menjadi kanker lambung."

Ternyata Tuhan telah mempersiapkan cara untuk kita menjalankan kehidupan dengan lebih sehat, hanya kita tidak dapat melihat khasiatnya. Memang makanan ini sebenarnya tidaklah baik untuk kita konsumsi, hanya saja kita tidak tahu mengapa, apa yang tidak baik. Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Hanya saja terkadang kita merasa lebih pintar dari Tuhan dan mulai membantah-Nya dengan pemikiran rasional kita sendiri.

Buku yang ditulis oleh dokter Shinya ini benar-benar membuka pemikiran saya mengenai hukum kesehatan. Menegur saya untuk dapat lebih mempercayai Tuhan tanpa harus mengandalkan pemikiran kita sendiri. Seperti yang tertulis di Amsal 3:5

(5) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Masih banyak hal-hal tentang kesehatan yang dapat kita baca di dalam buku ini. Benar-benar alami, benar-benar rasional, dan benar-benar alkitabiah, walaupun dokter Shinya sendiri bukan berasal dari gereja masehi advent hari ketujuh. Saya merekomendasikan buku ini untuk anda baca. Bahasanya tidak terlalu sulit dibaca oleh kalangan awam, namun juga tidak terlalu sederhana untuk dibaca kalangan medis. Benar-benar tulisan yang bagus. Bukan bermaksud untuk mengiklankan, tetapi memanglah buku ini pantas untuk dibaca.

Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

God bless us :)

Jumat, 26 Maret 2010

Are You a Christian?

ATTENTION!
This topic I write especially for Christians, because I am a Christian without any intention to resist other religion. Feel free to read if you'd like to, but you don't have to read if you don't like.

When I opened the sabbath day minutes ago, this idea came to mind and I started to think : What actually a Christian is? A member of an international group? Or a member of a religious group? Or a member of a church? Is that what we call Christian? What is it?

Now, I'd like to throw this question to you? What do you think a Christian is? Well, if you are a Christian, who do you think yourself is?

When we open the dictionary, we'll find many meanings of Christian. One of them that I want to show you is this : a person who exemplifies in his or her life the teachings of Christ.

The definition above is exactly the same with what I read in the bible, in 1 John 2:6.

"Whoever claims to live in him must walk as Jesus did."

Christians are the followers of Jesus Christ. We claim ourselves to live in Jesus Christ, believing in Him as our saviour, praying in Jesus' name, praising Him, having Him as our best friend. Isn't it true?
But have we walk as Jesus walked?
Have we live as Jesus live?
This bible verse tells us that if we claim ourselves as Christians, we must live as Christ lived. It means that whatever we do in our lives, we must reflect Christ who is in us. Christ is being our example.
In John 15:4, Jesus says, "Remain in me, and I will remain in you."

So if we live in Christ, He will live in Him, and by our deeds, our words, our minds, we will reflect Christ, showing Him unto the world - that doesn't know Him, and be a little light in the darkness.

I remember a song, sang by Emannuel Quartet. Here's some of its lyrics:

"Can Jesus be seen in me?
Does my life reflects the example He set?
Can I live for the Lord faithfully?
When the world looks at me, is it Jesus they see?
Can Jesus be seen in me?"

May these questions above could we also ask to ourselves as Christians.
Have we reflects the life of Christ in our lives?
Are we Christians?
Does Jesus live in me?


Happy Sabbath, Christians.
God bless you :)

Senin, 28 Desember 2009

Menanti cahaya

"Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi,
sebab kepada-Mulah aku percaya;
Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh,
sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku."
Mazmur 143:8

Ayat ini, telah menjadi ayat yang spesial dan berkesan buat saya, sejak seseorang memberiku ayat ini untuk dihafal.
Pertama kali saya membaca ayat ini, saya hanya mengambil intinya, bahwa kita harus percaya kepada Tuhan, meminta petunjuk Tuhan atas jalan mana yang seharusnya kita tempuh, bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Itu betul. Tetapi bila dilihat dalam sudut pandang yang berbeda, kita dapat melihat pesan lain yang tersirat dalam ayat ini.

Orang yang memberiku ayat ini mengatakan, bahwa Raja Daud, yang menulis ayat ini, suka berdoa pada waktu pagi. Karena pagi hari adalah waktu yang tenang, pikiran kita juga masih jernih. Lagi pula saya mengingat ayat lainnya yang juga terdapat dalam lagu kesukaan saya, berbunyi "Seek ye first the kingdom of GOD and his righteousness.."
yang artinya "carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya".

Karena lagu ini juga saya memulai untuk selalu mencari Tuhan pada waktu pagi, sebelum melakukan segala pekerjaan saya, yang saya masih lakukan sampai sekarang.

Tetapi kemarin, tepatnya tanggal 28 Desember 2009, ketika saya melakukan renungan pagi, saya menemukan ayat ini. Ayat untuk renungan pagi hari itu. Seperti ini lah makna tersirat yang saya dapatkan lagi dari ayat ini ketika saya membaca renungan pagi:

"Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi"
ternyata ayat ini bukan hanya nasihat, atau pun kebiasaan yang bisa dicontoh.
Tetapi dalam kalimat ini terkandung sebuah harapan. Harapan untuk bangun kembali di pagi hari, dan mendengar kasih setia Tuhan.

Kita yang suka mendengar kasih setia Tuhan, yang suka mencari Tuhan pada waktu pagi, seberapa lelah dan berat pun malam kita sebelumnya, ketika kita tidur, kita tidak akan takut. karena kita memiliki harapan. Kita tahu ketika kita bangun di pagi hari besok, kita akan mendengar lagi kasih setia Tuhan. Kita akan merasakan lagi kasih-Nya. Ini akan membuat hati kita damai. Ini akan membuat kita merasa patut untuk bersyukur.

Terkadang kita tidak pernah berpikir ke arah ini. Apabila kita tidur, kita hanya tidur saja tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti pada waktu pagi.
Kita menganggap bahwa pagi hari adalah waktu yang otomatis sudah pasti akan datang mengganti malam kita. Tetapi bagaimana jika yang terjadi adalah seperti ini : Kita tidur pada malam hari tanpa bisa bangun lagi pada waktu pagi keesokan harinya.
Sedikit terasa menyeramkan bukan?

Kemarin saya pergi bersama teman-teman SMA saya untuk berziarah ke makam teman kami. Dua orang teman satu angkatan kami ketika SMA, telah meninggal dunia. karena penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan.
Mungkin kita bertanya, mengapa masih berziarah? Toh alkitab sudah dengan jelas mengatakan bahwa orang yang sudah mati tidak tahu apa2 (Pengkhotbah 9:5-6). Jadi untuk apa? kita datang mengunjungi makam mereka pun mereka tidak akan tahu.

Tetapi toh aku mendapatkan pelajaran berharga bagi diriku sendiri ketika mengunjungi makam teman kami ini, terutama karena ini sangat pas sekali dengan ayat renungan yang aku baca pagi itu.

Ketika melihat makam teman kami, saya tidak lagi bersedih. Saya tahu dia sedang tertidur. Dia sedang tertidur sambil menanti sebuah harapan yang dia percayai. Bahwa suatu hari nanti, dia akan terbangun. Suatu hari nanti dia akan melihat cahaya. Suatu hari nanti, ketika Tuhan Yesus datang untuk yang kedua kalinya, dia akan dibangunkan dari tidurnya dan mendengar kasih setia Tuhan.

Jadi apalagi yang harus ditakuti?
Ketika kita tidur pada malam hari, dan kita sudah berdoa menyerahkan segala beban dan dosa kita kepada Tuhan, kita memiliki harapan. Apabila kita bangun esok pagi kita tahu kita akan mendengar dan merasakan lagi kasih-Nya. Kasih setia-Nya yang memelihara kita sepanjang waktu, bahkan di waktu tidur malam kita sekalipun.
Atau apabila kita tidur dan tidak bangun lagi, kita tetap memiliki harapan. Bahwa suatu hari nanti kita juga akan terbangun. Dan ketika kita terbangun kembali kita akan mendengar dan merasakan kasih setia Tuhan pada kita. Dimana maut tidak akan ada lagi.
Bukankah hal ini sangat memberikan kita kedamaian?

Sepulangnya saya dari ziarah, saya mendengar kabar bahwa ibu dari seorang teman saya pada hari itu juga telah meninggal dunia.
Big condolence from me to Sheryl and her family. I'm so sorry to hear that.
Sheryl adalah teman baik saya yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri.
Dia adalah seorang gadis yang mandiri. Oleh karena itu saya ingin dia membaca ini.
Saya tahu dia gadis yang kuat dan dia akan tetap kuat sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kali.
Saya yakin ketika hari itu datang, saya akan melihat senyum di wajahnya.
Saya yakin dia juga akan merasakan besarnya kasih setia Tuhan.

Saya tidak menyangka ayat yang sederhana ini bisa jadi sangat berkesan di hati saya.
Renungan pagi hari itu benar-benar saya ingat dan saya renungkan sepanjang hari, dalam apapun yang saya lakukan.

Jadi apalagi yang harus kita takutkan? bukankah setiap malam kita tidur dan menanti cahaya pagi? Bukankah teman-teman kita yang sudah pergi juga sedang tidur dan menanti cahaya?
Jadi apa lagi yang harus kita sedihkan?
Bukankah dunia ini sudah semakin buruk dan tidak layak lagi untuk ditinggali?
Bukankah Tuhan sudah menyediakan tempat yang indah disana bagi kita?

Selama kita hidup, lakukanlah yang terbaik. Setialah kepada Tuhan. Tuhan telah memberi masing-masing kita kehidupan dengan porsi yang berbeda, sesuai dengan kemampuan kita. Dia punya rencana yang terbaik yang lebih dari apa yang bisa kita pikirkan.
Percayalah kepada-Nya.
Kita memiliki pengharapan.
Pengharapan yang bukan janji palsu.
Pengharapan yang memiliki kepastian.
Pengharapan dalam Yesus Kristus.
Pengharapan yang akan selalu menaruh damai dalam hati kita, seberapa besarpun kesedihan dan penderitaan kita.
Kita tetap memiliki harapan.

Semoga kasih setia dari Tuhan kita Yesus Kristus selalu menyertai kita dari sekarang sampai selama-lamanya.
Amin.

Rabu, 11 November 2009

Lepaskan Peganganmu!

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Amsal 3:5

Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung.

"Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah.

Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya.

Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan.

"Ayah, tolong turunkan saya."

Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu."

Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku."

Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu."

"Tidak, turunkan aku."

"Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu."

Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya.

Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan.

Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya.

Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu.

Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita kekiri, ketika Tuhan berkata ke kanan.

Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu."

Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya.

Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatnya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda.

Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya.



rewritten from Pathfinder Indonesia's message, Nov 6th 2009

Senin, 21 September 2009

BIBLE : can you believe it?

"Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan," Yesaya 46:9-10




Ini adalah Batu Rosetta. Batu yang ditemukan dari Mesir purbakala era Ptolemaic. Batu ini berisikan cerita yang ditulis dalam 3 bahasa : 2 Bahasa Mesir (hyeroglyphic dan Demotic) dan Bahasa Greek (Yunani). Batu ini digunakan oleh para ilmuwan untuk mempelajari bahasa Mesir. Dulu mereka tidak mengerti bahasa mesir sehingga tidak dapat membaca gambar-gambar hyeroglyph yang tertulis di tembok2 di Mesir. Tetapi dengan batu ini mereka dapat mempelajari bahasa Mesir karena mereka dapat mengerti bahasa Yunani, salah satu bahasa yang juga tertulis dalam batu itu.

Kemudian setelah para ilmuwan mengerti hyeroglyph, mereka mencoba membaca tulisan-tulisan yang ada di tembok-tembok Mesir tersebut, dan menemukan cerita perang antara bangsa Mesir dan bangsa Heti, yang juga tertulis di Alkitab. Dulunya ketika mereka membaca Alkitab dan menemukan tentang orang Heti, mereka tidak percaya karena tidak pernah mendengar tentang orang Heti. Mereka tidak mempercayai alkitab, tapi kini mereka membuktikan bahwa apa yang tertulis di Alkitab adalah benar adanya.

Apa sebenarnya isi Alkitab??
Alkitab terdiri dari 66 buku, yaitu 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru. Ditulis oleh berbagai penulis yang berbeda-beda, dengan karakteristik masing-masing, dari berbagai zaman. Anehnya, apa yang tertulis dalam Alkitab tidak pernah ada satu pun yang bertentangan.
Buku-buku perjanjian lama sebagian besar berisi tentang sejarah. Dari awal mula bumi diciptakan sampai zaman sebelum Yesus lahir. Ya, itu bukan sekadar cerita, melainkan sejarah. Sejarah yang dapat dibuktikan. Charles Darwin tidak dapat membuktikan teori evolusi nya, tetapi Alkitab dapat dibuktikan.
Selain sejarah, ALkitab juga menubuatkan tentang masa depan, yang juga dapat dibuktikan. Mari kita jalani satu-persatu apa yang dikatakan Alkitab.

Yehezkiel 30:13 - "Beginilah firman Tuhan Allah: Aku akan membinasakan berhala-berhala dan meniadakan dewa-dewa dari Memfis; dan tidak akan ada lagi pemimpin di tanah Mesir dan Aku akan menimbulkan ketakutan di sana."

Di dalam Ayat ini tertulis nama sebuah kota, yaitu Memfis. Tentu saja Memfis yang dimaksudkan di sini bukan kota Memfis yang berada di Amerika Serikat. Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah kota Memfis yang ada di Mesir. Memfis adalah ibukota Mesir sejak zaman Mesir lama hingga zaman Mesir baru. Kota besar, pusat administrasi, dan pusat penyembahan berhala. Lokasi nya kira2 20 km di Selatan Kairo, di sebelah barat sungai Nil.

>> See how Memphis now here!

Sulit dipercaya, Memfis, yang dahulunya adalah ibukota, sekarang hanya menjadi reruntuhan, menjadi museum. Hanya penduduk desa yang tinggal di sana. Tidak ada lagi berhala-berhala, tidak ada lagi dewa-dewa.

Yehezkiel 30:12 - "Aku akan mengeringkan anak-anak sungai Nil dan akan menyerahkan tanah itu dalam tangan orang-orang jahat dan memusnahkan tanah itu serta segala isinya dengan perantaraan orang-orang asing. Aku, TUHAN, yang mengatakannya."

Sungai Nil, tentu saja, sungai yang sangat terkenal di Mesir, karena kesuburan tanah yang ada di sekitarnya. Tetapi di dalam ayat di atas, dituliskan bahwa Tuhan akan mengeringkan anak-anak sungai Nil. Dan lihatlah, mesir sekarang hanyalah padang pasir gersang. Tidak terlihat bahwa dulu tanah itu adalah tanah yang subur, yang dilewati oleh sungai nil.

Jadi apa yang dapat kita simpulkan dari semua ini??
Faktanya, alkitab bukan hanya sekedar buku sejarah biasa. Alkitab menyatakan masa depan. Masih tidak percaya dengan alkitab? Mari kita buktikan lebih lanjut.

1 Samuel 16:13- "Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama."

Ayat tersebut bercerita tentang pengurapan raja Israel yang bernama Daud. Apakah hal ini benar? Apakah Daud itu benar2 ada? Awalnya para ilmuwan tidak mempercayai keberadaan Daud sampai ditemukannya David stele, tulisan dari Raja Daud di Tel Dan. Berikut gambarnya yang diambil dari english.imjnet.org.il


David stele

Bukti lainnya adalah Batu Moab (Moabite Stone) yang bercerita tentang penyerangan orang Moab ke Israel, seperti yang tertulis dalam 2 Raja-raja 3.
2 Raja-raja 3:18 - "Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu."
Saat itu bangsa Moab benar2 diserahkan oleh Tuhan ke tangan bangsa Israel.


Batu Moab

Sekarang mari kita lihat nubuatan tentang Tirus di Alkitab.
Yehezkiel 26:4,5 - "Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul. Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH; ia akan menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa."

Tirus dulu nya adalah kota pelabuhan yang sangat besar. Kota pusat perdangangan yang sangat terkenal. Alkitab mengatakan bahwa Tirus akan dihancurkan dan dijadikan gunung batu yang gundul. Kita lihat bagaimana keadaan Tirus sekarang.


gunung batu yang gundul






dijadikan penjemuran pukat

Bukan hanya itu, di dalam ayat 12-14 - "Mereka akan merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu; mereka akan meruntuhkan tembok-tembokmu dan merobohkan rumah-rumahmu yang indah; batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air. Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi. Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku, Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Disana dikatakan bahwa semuanya akan dibuang ke dalam air. benarkah?
Ketika kota tirus dihancurkan dan dikepung, mereka membangun satu kota perlindungan lagi di sebuah pulau. Kemudian Alexander Agung melakukan pengejaran ke Pulau tersebut dengan membuat jembatan dari puing-puing kota Tirus yang telah dihancurkan. Dengan demikian digenapilah nubuatan Yehezkiel bahwa semua batu, kayu dan tanah dibuang ke laut. Sejarah lebih lengkap mengenai kota Tirus dapat dibaca di sini.

Jadi apa lagi yang perlu diragukan dari buku ajaib ini?

Yesaya 40:8 - "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

GOD's word never fails
GOD's word is everlasting
The grass withereth
The flower fadeth
but the word of our God shall stand for ever

Rabu, 02 September 2009

Believing in the Son of GOD

Memory verse:
“Who is it that conquers the world but the one who believes that Jesus is the Son of GOD?” 1 John 5:5, NRSV


Introduction

Do you know the book titled The Chronicles of Narnia? In the first book, there is a Christ figure in the form of a lion named Aslan. Aslan is slain by the enemy so that Narnia and one of the children, the betrayer could be redeemed.

Now in the second book, Prince Caspian, the Pevensie children are summoned to rescue Narnia from the Telmarines.

Upon their return to Narnia, Lucy, because of his childlike faith to Aslan, is the first to see Aslan. The other children believe the existence of Aslan, but they don’t believe that Aslan will come back to help them rescuing Narnia. Well, here can we see that what each of these characters believes about Aslan is revealed in their attitudes and actions.

So do us. What we believe in Jesus Christ is revealed in our attitudes and actions.



In what ground we can stand to believe?


The basis of our salvation is to believe in Jesus and His work on the cross. Faith is what binds humans to a holy GOD.

However, to believe in biblical sense means more than having an opinion about something. To believe means to know that something is true and to act based on that knowledge.

It is hard to believe about Jesus, a Man who lived in Palestine about 2,000 years ago. We don’t see Him right?

But GOD sent witnesses to testify about Jesus. Read 1 John 5:7,8. There are three witnesses in heaven : the Father, the Word, and the Holy Spirit. And also three witnesses on earth : the Spirit (the giving of the Holy Spirit), the water (Jesus’ baptism), and the blood (His death).

So know we already have witnesses, that ensure us to believe. But we believe Jesus not only as a Man. We also believe that Christ is our Creator. He has been involved with the plan of salvation from the beginning (Revelation 13:8).

Also we believe that He is the Saviour. On the cross, God reveals His justice and mercy. Justice : Christ is being punished because of sins we, human did. Mercy : Jesus gives us His reward in exchange – our eternal life. Now, we can participate is this reward through baptism. By baptism we die with Christ and will be raised with Christ one day.

So by dying on the cross, Christ had freed us from sins. But He wants to do more than forgive us from sins. He also wants us to stop doing sin. By depending to Christ, we can conquer Sin and be more like Jesus.

So at the end, the reward is we will be raised from death and be united with the Living and also Christ. He will also punish the unrepentant, who has caused suffers in this world.

Now, believe in Christ requires self-sacrifice. Time, resources and even lives. But we must remember that to live with Christ for eternity is worth any struggle here on earth.


Stand for something

It’s easy to doubt and to question. In many situations, it’s easy to stumble, too. But our belief to Christ must not only be a casual belief, which only admits Christ as the Redeemer. We must believe in every part of our life, that Christ is a friend, a helper, and our only dependence, our only hope. Thus, we can stand firm and not stumble. We can stand firm on our living experience with Jesus.

Show GOD to the world while reaping the benefits of peace, joy and rest for our souls in our relationship with Jesus Christ.


Stand on your ground!
- Ask Jesus to help you believe . (Mark 9:17-24)
- Memorize Bible promises.
- Reflect on and share with someone what God has done for you and others.


Doubting??


What is doubt?
It isn’t skepticism (the decision to doubt everything deliberately)
It isn’t unbelief (the decision not to have faith in GOD)

Doubt is just thinking critically.

Remember, good things do not necessarily happen overnight. Everything needs a process. God continually works with us through the process. Accept His invitation to salvation, both now and the “not yet”.

Finally, our faith is not based on a system of works, but on Christ. He is the centre of our faith and our reason to believe. That belief should change our lives.

Minggu, 05 April 2009

10 Health Habits That Will Help You Live to 100

You don't need to eat yogurt and live on a mountaintop, but you do need to floss


By Deborah Kotz
Posted February 20, 2009
http://www.usnews.com/mobile/articles_mobile/10-health-habits-that-will-help-you-live-to-100/index.html


The biggest factor that determines how well you age is not your genes but how well you live. Not convinced? A new study published in the British Medical Journal of 20,000 British folks shows that you can cut your risk of having a stroke in half by doing the following four things: being active for 30 minutes a day, eating five daily servings of fruit and vegetables, and avoiding cigarettes and excess alcohol.
While those are some of the obvious steps you can take to age well, researchers have discovered that centenarians tend to share certain traits in how they eat, move about, and deal with stress—the sorts of things we can emulate to improve our own aging process. Of course, getting to age 100 is enormously more likely if your parents did. Still, Thomas Perls, who studies the century-plus set at Boston University School of Medicine, believes that assuming you've sidestepped genes for truly fatal diseases like Huntington's, "there's nothing stopping you from living independently well into your 90s." Heck, if your parents and grandparents were heavy smokers, they might have died prematurely without ever reaching their true potential lifespan, so go ahead and shoot for those triple digits. Follow these 10 habits, and check out Perls' lifetime risk calculator to see how long you can expect to live.

1. Don't retire. "Evidence shows that in societies where people stop working abruptly, the incidence of obesity and chronic disease skyrockets after retirement," says Luigi Ferrucci, director of the Baltimore Longitudinal Study of Aging. The Chianti region of Italy, which has a high percentage of centenarians, has a different take on leisure time. "After people retire from their jobs, they spend most of the day working on their little farm, cultivating grapes or vegetables," he says. "They're never really inactive." Farming isn't for you? Volunteer as a docent at your local art museum or join the Experience Corps, a program offered in 19 cities that places senior volunteers in urban public elementary schools for about 15 hours a week.

2. Floss every day. That may help keep your arteries healthy. A 2008 New York University study showed that daily flossing reduced the amount of gum-disease-causing bacteria in the mouth. This bacteria is thought to enter the bloodstream and trigger inflammation in the arteries, a major risk factor for heart disease. Other research has shown that those who have high amounts of bacteria in their mouth are more likely to have thickening in their arteries, another sign of heart disease. "I really do think people should floss twice a day to get the biggest life expectancy benefits," stresses Perls.

3. Move around. "Exercise is the only real fountain of youth that exists," says Jay Olshansky, a professor of medicine and aging researcher at the University of Illinois at Chicago. "It's like the oil and lube job for your car. You don't have to do it, but your car will definitely run better." Study after study has documented the benefits of exercise to improve your mood, mental acuity, balance, muscle mass, and bones. "And the benefits kick in immediately after your first workout," Olshansky adds. Don't worry if you're not a gym rat. Those who see the biggest payoffs are the ones who go from doing nothing to simply walking around the neighborhood or local mall for about 30 minutes a day. Building muscle with resistance training is also ideal, but yoga classes can give you similar strength-training effects if you're not into weight lifting.

4. Eat a fiber-rich cereal for breakfast. Getting a serving of whole-grains, especially in the morning, appears to help older folks maintain stable blood sugar levels throughout the day, according to a recent study conducted by Ferrucci and his colleagues. "Those who do this have a lower incidence of diabetes, a known accelerator of aging," he says.

5. Get at least six hours of shut-eye. Instead of skimping on sleep to add more hours to your day, get more to add years to your life. "Sleep is one of the most important functions that our body uses to regulate and heal cells," says Ferrucci. "We've calculated that the minimum amount of sleep that older people need to get those healing REM phases is about six hours." Those who reach the century mark make sleep a top priority.

6. Consume whole foods, not supplements. Strong evidence suggests that people who have high blood levels of certain nutrients—selenium, beta-carotene, vitamins C and E—age much better and have a slower rate of cognitive decline. Unfortunately, there's no evidence that taking pills with these nutrients provides those antiaging benefits. "There are more than 200 different carotenoids and 200 different flavonoids in a single tomato," points out Ferrucci, "and these chemicals can all have complex interactions that foster health beyond the single nutrients we know about like lycopene or vitamin C." Avoid nutrient-lacking white foods (breads, flour, sugar) and go for all those colorful fruits and vegetables and dark whole-grain breads and cereals with their host of hidden nutrients.

7. Be less neurotic. It may work for Woody Allen, who infuses his worries with a healthy dose of humor, but the rest of us neurotics may want to find a new way to deal with stress. "We have a new study coming out that shows that centenarians tend not to internalize things or dwell on their troubles," says Perls. "They are great at rolling with the punches." If this inborn trait is hard to overcome, find better ways to manage when you're stressed: Yoga, exercise, meditation, tai chi, or just deep breathing for a few moments are all good. Ruminating, eating chips in front of the TV, binge drinking? Bad, very bad.

8. Stay connected. Having regular social contacts with friends and loved ones is key to avoiding depression, which can lead to premature death, something that's particularly prevalent in elderly widows and widowers. Some psychologists even think that one of the biggest benefits elderly folks get from exercise the strong social interactions that come from walking with a buddy or taking a group exercise class. Having a daily connection with a close friend or family member gives older folks the added benefit of having someone watch their back. "They'll tell you if they think your memory is going or if you seem more withdrawn," says Perls, "and they might push you to see a doctor before you recognize that you need to see one yourself."

9. Be a creature of habit. Centenarians tend to live by strict routines, says Olshansky, eating the same kind of diet and doing the same kinds of activities their whole lives. Going to bed and waking up at the same time each day is another good habit to keep your body in the steady equilibrium that can be easily disrupted as you get on in years. "Your physiology becomes frailer when you get older," explains Ferrucci, "and it's harder for your body to bounce back if you, say, miss a few hours of sleep one night or drink too much alcohol." This can weaken immune defenses, leaving you more susceptible to circulating flu viruses or bacterial infections.

10. Live like a Seventh Day Adventist . Americans who define themselves as Seventh Day Adventists have an average life expectancy of 89, about a decade longer than the average American. One of the basic tenets of the religion is that it's important to cherish the body that's on loan from God, which means no smoking, alcohol abuse, or overindulging in sweets. Followers typically stick to a vegetarian diet based on fruits, vegetables, beans, and nuts, and get plenty of exercise. They're also very focused on family and community.

Selasa, 24 Maret 2009

queries from a friend..

Siang tadi seorang teman lama mengirimkan pesan pendek ke telepon genggamku, katanya, "bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan?"
Jadi aku menjawabnya, "tergantung apa yang kau tanyakan."

Ia memberikan empat pertanyaan kepadaku. dua pertanyaan pertama bersifat pribadi, tetapi dua pertanyaan berikutnya agak membuatku bertanya-tanya, ada apa gerangan ia menanyakan hal seperti itu. Namun aku menjawabnya juga.

Pertanyaannya sebagai berikut:

1. Apakah kamu merasa imanmu sudah kuat? Bagaimana jika, saat kamu merasa imanmu kuat, dan engkau setia kepada Tuhan, tiba-tiba engkau mendapat bencana dan cacat? Saat engkau cacat, apakah engkau akan tetap percaya kepada Tuhan?

2. Menurutmum adakah doa yang tidak dijawab? Bagaimana caramu menanggapinya jika seolah-olah Tuhan tidak mendengar doamu?


Pertanyaan yang sangat menarik bukan? Semenjak aku lepas diri dari sekolah Advent, belum ada lagi yang melontarkan pertanyaan seperti itu padaku.

Jawabnya adalah

1. aku tidak merasa imanku sudah kuat.. merasa dekat dengan Tuhan memang adalah suatu kebahagiaan dimana kita mendapatkan kedamaian, tetapi saat aku merasa imanku sudah kuat, justru disitulah saat dimana aku paling mudah jatuh.
Aku katakan padanya bahwa pertanyaan seperti ini tidak dapat dijawab begitu saja, namun, bila kamu tetap memaksa meminta jawabanku, aku akan menjawab. Aku juga punya cacat. Walaupun ini cacat yang kecil dan tak kelihatan, ini bukan cacat yang sepele, yang memang orang lain tidak tahu. Tetapi nyatanya sampai sekarang aku masih memuji Tuhan, masih berusaha melayani Tuhan melalui perbuatanku.
Aku sungguh tidak tahu bagaimana bila aku punya cacat yang besar, yang dilihat orang. Namun aku berpikir, bagaimana nantinya tergantung dengan siapa kamu menghadapinya. Bukankah lebih indah menghadapi masalah dengan orang yang menguatkanmu?


2. Untuk jawaban yang kedua, tentu saja, sesuai dengan apa yang aku yakini, tidak ada doa yang tidak dijawab. Tuhan bisa saja mengatakan 'ya', 'tunggu', ataupun 'tidak', tetapi tidak ada doa yang tidak dijawabnya. Tuhan tidak mungkin tidak mendengar apa yang kita katakan kepadaNya. Sebab seperti yang dikatakan dalam Yesaya 59 : 1, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;" merupakan suatu hal yang tidak mungkin Ia tidak mendengar. Bahkan isi hatiku saja Ia mengetahuinya.
Tetapi apabila kita merasa seolah-olah Tuhan tidak mendengar, coba tanyakan dirimu, "apakah kita juga sudah mendengarkan suara Tuhan?".. jangan hanya meminta, meminta, merengek, tetapi tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita. Bayangkan apabila aku berbicara denganmu, tetapi tak pernah memberikan kesempatan bagimu untuk menyatakan pendapatmu, apa yang akan kamu rasakan? Engkau akan pergi dan tidak mau berbicara denganku lagi bukan?
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2)
Lihat dan sadari dulu, betapa egoisnya hati kita terhadap Tuhan, hanya meminta tetapi tidak pernah mendengarkan apa yang Ia katakan. padahal petunjuk nya adalah jalan terbaik bagi kita.

Secara tidak langsung pertanyaan ini mengingatkan saya kembali, untuk lebih mendengarkan suara Tuhan, ketimbang meminta terus-menerus.

May GOD bless us^^