Selasa, 24 Maret 2009

queries from a friend..

Siang tadi seorang teman lama mengirimkan pesan pendek ke telepon genggamku, katanya, "bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan?"
Jadi aku menjawabnya, "tergantung apa yang kau tanyakan."

Ia memberikan empat pertanyaan kepadaku. dua pertanyaan pertama bersifat pribadi, tetapi dua pertanyaan berikutnya agak membuatku bertanya-tanya, ada apa gerangan ia menanyakan hal seperti itu. Namun aku menjawabnya juga.

Pertanyaannya sebagai berikut:

1. Apakah kamu merasa imanmu sudah kuat? Bagaimana jika, saat kamu merasa imanmu kuat, dan engkau setia kepada Tuhan, tiba-tiba engkau mendapat bencana dan cacat? Saat engkau cacat, apakah engkau akan tetap percaya kepada Tuhan?

2. Menurutmum adakah doa yang tidak dijawab? Bagaimana caramu menanggapinya jika seolah-olah Tuhan tidak mendengar doamu?


Pertanyaan yang sangat menarik bukan? Semenjak aku lepas diri dari sekolah Advent, belum ada lagi yang melontarkan pertanyaan seperti itu padaku.

Jawabnya adalah

1. aku tidak merasa imanku sudah kuat.. merasa dekat dengan Tuhan memang adalah suatu kebahagiaan dimana kita mendapatkan kedamaian, tetapi saat aku merasa imanku sudah kuat, justru disitulah saat dimana aku paling mudah jatuh.
Aku katakan padanya bahwa pertanyaan seperti ini tidak dapat dijawab begitu saja, namun, bila kamu tetap memaksa meminta jawabanku, aku akan menjawab. Aku juga punya cacat. Walaupun ini cacat yang kecil dan tak kelihatan, ini bukan cacat yang sepele, yang memang orang lain tidak tahu. Tetapi nyatanya sampai sekarang aku masih memuji Tuhan, masih berusaha melayani Tuhan melalui perbuatanku.
Aku sungguh tidak tahu bagaimana bila aku punya cacat yang besar, yang dilihat orang. Namun aku berpikir, bagaimana nantinya tergantung dengan siapa kamu menghadapinya. Bukankah lebih indah menghadapi masalah dengan orang yang menguatkanmu?


2. Untuk jawaban yang kedua, tentu saja, sesuai dengan apa yang aku yakini, tidak ada doa yang tidak dijawab. Tuhan bisa saja mengatakan 'ya', 'tunggu', ataupun 'tidak', tetapi tidak ada doa yang tidak dijawabnya. Tuhan tidak mungkin tidak mendengar apa yang kita katakan kepadaNya. Sebab seperti yang dikatakan dalam Yesaya 59 : 1, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;" merupakan suatu hal yang tidak mungkin Ia tidak mendengar. Bahkan isi hatiku saja Ia mengetahuinya.
Tetapi apabila kita merasa seolah-olah Tuhan tidak mendengar, coba tanyakan dirimu, "apakah kita juga sudah mendengarkan suara Tuhan?".. jangan hanya meminta, meminta, merengek, tetapi tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita. Bayangkan apabila aku berbicara denganmu, tetapi tak pernah memberikan kesempatan bagimu untuk menyatakan pendapatmu, apa yang akan kamu rasakan? Engkau akan pergi dan tidak mau berbicara denganku lagi bukan?
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2)
Lihat dan sadari dulu, betapa egoisnya hati kita terhadap Tuhan, hanya meminta tetapi tidak pernah mendengarkan apa yang Ia katakan. padahal petunjuk nya adalah jalan terbaik bagi kita.

Secara tidak langsung pertanyaan ini mengingatkan saya kembali, untuk lebih mendengarkan suara Tuhan, ketimbang meminta terus-menerus.

May GOD bless us^^

8 komentar:

Anonim mengatakan...

2 pertanyaan yg lainnya emang ttg apaan?? ^^

hahaha..
yg penting dari cacat tuh bukan berapa besar cacat itu..
tp bagaimana kita menyadari dan bersikap terhadap kekurangan kita..
setuju?? ^^

Gavrila mengatakan...

2 pertanyaan lainnya:
1. apa yang paling kamu takuti
2. apa yang paling kamu banggakan dari diri kamu

ada satu lagi sih.. bagamana jawaban kedua pertanyaan di atas berhubungan dengan agama..

ngga tau apa maksudnya dia nanyain itu.. --"

Last Wizard Of The Last Century mengatakan...

pertanyaan menarik ^^
Gav.. aku tanya dunkz ^^

1. apa yang paling kamu takuti
2. apa yang paling kamu banggakan dari diri kamu

Gavrila mengatakan...

hahaha... kan aku udah bilang,,, itu bersifat pribadi.. gak bisa diekspos gitu aja.. ^^p
yahh...
menurut koko??^^

Last Wizard Of The Last Century mengatakan...

hhmm..
sejauh aku mengenal kmu..
aku blum tau apa yang paling kmu banggakan..
tp klo yg paling kmu takuti...
****** yg kemarin tiba2 muncul waktu pelayanan..
bnr ga??
hwahahahaha..

Gavrila mengatakan...

maksudnya? emang yang kemaren tiba2 munculll waktu pelayanan apa koko??
aku sendiri belum tau apa yang paling aku takutkan sekarang,, tapi kurang lebih adaa..

kalo yang dibanggakan... aku gak pernah bisa membanggakan diriku.. secara kalo dilihat dari sisi kehidupan aku dari kecil,, itu banyak banget yang terjadi di luar kemammpuan aku,. sejarahnya yang mengungkapkan.. hahahha

Last Wizard Of The Last Century mengatakan...

yakin mau aku tulis di sini?? :p
K****K.. ^^

hehe..
selalu optimis, Gav..
sepintas aku amati..
kmu sering masuk ke dalam pandangan yg cenderung tll nerima aj..

toh sebenernya ga ada 1 hal pun yg murni dapat kita kontrol..
bahkan hal sederhana seperti bernafas..
bnr tak??

jd selalu optimis dan semangat ^^
krn kita tidak pernah sendiri..

Gavrila mengatakan...

ohhh... kecoa???
haduu ga penting banget itu mah... hihi^^
dasar koko...
iyah2.. rajin2 nasihatin aku yah.. ^^

Posting Komentar